BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 SISTEM PENCERNAAN
1. Mulut
dan Gusi
Peningkatan
estrogen dan progesterone meningkatkan aliran darah ke rongga mulut,
hipervaskularisasi pembuluh darah kapiler gusi sehingga terjadi edema dan
hiperplastis. Ketebalan epitelial berkurang sehingga gusi dapat mengalami
pembengkakan. Seringnya muntah menyebabkan meningkatkan rasa asam di mulut.
Sehingga seringkali Ibu hamil mengalami karies gigi. Namun hal ini dapat
dicegah dengan menjaga kebersihan mulut.
Gusi akan
menjadi lebih hiperemis dan lunak sehingga dengan trauma sedang saja bisa
menyebabkan pendarahan. Epulis selama kehamilan akan muncul, Epulis adalah
suatu tumor yang bersifat jinak. Pada kehamilan disebut epulis gravidarum,
setelah persalinan akan berkurang dan membaik secara spontan.
2. Lambung
a. Terjadi
relaksasi pada otot-otot pencernaan antara lain peristaltik lambung sehingga pencernaan
makanan oleh lambung menjadi lebih lama sehingga pengosongan lambungpun menjadi
lebih lama. Seringkali terjadi peristaltik balik ke esophagus yang menyebabkan
perasaan mual hingga muntah. Selain itu, pengaruh dari peningkatan hormone HCG
juga dapat meningkatkan perasaan mual dan muntah pada ibu hamil.
b. Terjadi
perubahan posisi lambung dan usus akibat perkembangan uterus.
c. Penurunan
tonus dan motilitas saluran gastrointestinal menyebabkan waktu
pengosongan lambung menjadi lebih lama.
3. Usus
Halus dan Usus Besar
Peningkatan
hormon estrogen dan progesteron menyebabkan otot-otot polos pada usus mengalami
relaksasi sehingga penyerapan makanan menjadi lebih maksimal. Relaksasi juga
terjadi pada usus besar sehingga penyerapan air menjadi lebih lama. Hal ini
dapat menyebabkan feses menjadi lebih keras dan akhirnya menyebabkan konstipasi
pada ibu hamil. Hemorroid merupakan suatu hal yang sering terjadi sebagai
akibat konstipasi dan peningkatan tekanan pada pembuluh dalah vena pada bagian
bawah karena pembesaran uterus.

2.2
SISTEM
METABOLISME
Sebagian
besar penambahan berat badan selama kehamilan berasal dari uterus dan isinya.
Kemudian payudara, volume darah dan cairan ekstra selular. Diperkirakan selama
kehamilan berat badan akan bertambah 12,5 kg.
Pada
trimester ke-2 dan ke-3 pada perempuan dengan gizi baik dianjurkan menambah
berat badan perminggu sebesar 0,4kg, sementara pada perempuan dengan gizi
kurang atau berlebih dianjurkan menambah berat badan perminggu masing-masing
sebesar 0,5kg dan 0,3kg.
Kebutuhan akan asupan kalori yang bertambah (sekitar
200-300kkal per hari) disebabkan karena adanya perubahan karakteristik pada
sistem metabolisme tubuh selama kehamilan. Perubahan ini disebabkan karena
hadirnya hormon plasenta (HCG) yang
menjamin pertumbuhan tubuh dan otak janin, serta melindungi ibu dari kekurangan
nutrisi (case 1985).
Pasokan glukosa terus menerus harus tersedia untuk
ditransfer ke janin. Setiap kali ibu makan,
janin berpeluang ditingkatkan untuk mendapatkan glukosa. Konsentrasi plasma
glukosa puasa jatuh pada trimester pertama sekitar 125, naik antara 16 dan 32
minggu, kemudian jatuh lagi ke istilah karena the increasing penggunaan glukosa
ibu untuk menyediakan janin dengan energi (Cumberland Cruikshank & Hays
1991).
Peningkatan
jumlah cairan selama kehamilan adalah suatu hal yang fisiologis. Hal ini
disebabkan oleh turunnya osmolaritas dari 10 mOsm/kg yang diinduksi oleh makin
rendahnya ambang rasa haus dan sekresi vasopressin. Fenomena ini mulai terjadi
pada awal kehamilan. Pada saat aterm + 3,5 l cairan berasal dari janin, plasenta dan
cairan amnion, sedangkan 3 l lainnya berasal dari akumulasi peningkatan volume
darah ibu, uterus dan payudara sehingga minimal tambahan cairan selama
kehamilan adalah 6,5 l. penambahan tekanan vena dibagian bawah uterus dan
mengakibatkan oklusi parsial vena cava yang bermanifestasi pada adanya pitting edema di kaki dan tungkai
terutama pada akhir kehamilan. Penurunan tekanan osmotic koloid di interstisial
juga akan menyebabkan edema pada akhir kehamilan.
Hasil
konsepsi, uterus, dan darah ibu secara relative mempunyai kadar protein yang
lebih tinggi dibandingkan lemak dan karbohidrat. WHO menganjurkan asupan
protein perhari pada ibu hamil 51 gram.
Pada
kehamilan normal akan terjadi hipoglikemia puasa yang disebabkan oleh kenaikan
kadar insulin, hiperglikemia postprandial dan hiperinsulinemia.
Konsentrasi
lemak, lipoprotein, dan apolipoprotein dalam plasma akan meningkat selama
kehamilan. Lemak akan disimpan sebagian besar di central yang kemudian akan
digunakan janin sebagai nutrisi sehingga cadangan lemak itu akan berkurang. LDL
akan mencapai puncaknya pada minggu ke-36 sehingga HDL akan mencapai puncaknya
pada minggu ke-25 berkurang sampai minggu ke-32 dan kemudian menetap. Hal ini
dipengaruhi oleh kenaikan hormone progesteron dan estrogen.
Selama
kehamilan ibu akan menyimpan 30 gram kalsium yang sebagian besar akan digunakan
untuk pertumbuhan janin. Jumlah itu diperkirakan hanya 2,5% dari total kalsium
ibu. Penggunaan suplemen kalsium untuk mencegah preeklamsia tidak terbukti dan
tidak disarankan untuk menggunakannya secara rutin selama kehamilan.
Zinc
(Zn) sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan janin. Beberapa
penelitian menunjukkan kekurangan zat ini dapat menyebakan pertumbuhan janin
terhambat. Selama kehamilan kadar mineral ini akan menurun dalam plasma ibu
oleh karena pengaruh dilusi. Pada perempuan hamil dianjurkan asupan mineral
ini 7,3 - 11,3 ml gram perhari, tetapi
hanya pada perempuan-perempuan beresiko yang dianjurkan mendapat suplemen
mineral ini.
Asam
folat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan pembelahan sel sintesis DNA/RNA.
Defisiensi asam folat selama kehamilan akan menyebabkan terjadinya anemia
megaloblastik dan defisiensi pada masa prakonsepsi serta awal kehamilan diduga
akan menyebabkan neural tube defect pada
janin sehingga para perempuan yang merencanakan kehamilan dianjurkan mendapat
asupan asam folat 0,4 mg/hari sampai usia kehamilan 12 minggu. Sementara itu,
pada ibu yang mempunyai riwayat anak dengan spina bifida dianjurkan mengonsumsi
asam folat sebanyak 4 mg/hari sampai usia kehamilan 12 minggu.

2.3
SISTEM ENDOKRIN
1.
Kelenjar hipofisis
Berat kelenjar
hipofisis anterior meningkat antara 30-50%, yang menyebabkan perempuan hamil
menderita pusing. Sekresi prolaktin, hormone adrenokortikoid, hormone tirotropik
dan melanocyt stimulating hormone meningkat. Produksi hormone perangsang
folikel dan luteinizing hormon dihambat oleh estrogen dan progesterone
plasenta. Efek meningkatnya prolaktin adalah ditekannya produksi estrogen dan
progesterone pada masa kehamilan.
2.
Kelenjar tiroid
Dalam kehamilan,
normalnya ukuran kelenjar tiroid akan mengalami pembesaran kira-kira 13% akibat
adanya hiperplasi dari jaringan glandula dan peningkatan vaskularitas. Secara
fisiologis akan terjadi peningkatan pengambilan iodin sebagai kompensasi kebutuhan
ginjal terhadap iodin yang meningkat karena laju filtrasi glomerulus. Beberapa
penelitian juga menjelaskan bahwa penyakit gondok disebabkan oleh defisiensi
iodin. Walau kadang-kadang kehamilan mungkin menuju hipertiroid, fungsi tiroid
biasanya normal. Namun, peningkatan T4 (tiroksin) dan T3 (triodotironin) juga
bisa merangsang peningkatan laju metabolisme
basal. Hal ini disebabkan oleh produksi estrogen
stimulated hepatic dan tiroksin yang menekan globulin.
Selama masa
kehamilan, basal metabolic rate (BMR) meningkat hampir 20% dan kelenjar tiroid
membesar, tetapi jumlah hormon yang dihasilkan tetap sama (tiroksin). Ukurannya
meningkat karena pertumbuhan sel-sel acinar, dan meningkatnya metabolic rate
disebabkan karena oksigen yang digunakan lebih banyak.
3.
Kelenjar paratiroid
Kelenjar
paratiroid ukurannya meningkat selama masa kehamilan, terutama selama minggu
ke-15 sampai ke-30 ketika kebutuhan kalsium janin lebih besar. Hormone
paratiroid penting untuk mempertahankan kecukupan kalsium dalam darah, tanpa
hormon tersebut metabolisme tulang dan otot akan terganggu.
4.
Kelenjar pituitari
Lobus anterior
dari kelenjar pituitary mengalami sedikit pembesaran selama kehamilan dan terus
menghasilkan semua hormon, tetapi dengan
jumlah yang sedikit berbeda. Follicle-stimulating hormone (FSH) ditekan
oleh chorionic gonadotripon (hCG) yang dihasilkan dalam plasenta. Hormone
pertumbuhan berkurang dan hormone melanotropic meningkat, menyebabkan
peningkatan pigmentasi pada puting susu, wajah, dan abdomen yang dikenal dengan
striane gravidarum. Pembentukan prolaktin meningkat dan berlanjut setelah
persalinan selama menyusui.
Sebagaimana perkembangan
bayi telah matur, pembentukan prolaktin oleh lobus posterior meningkat dalam
menyiapkan perannya menstimulasi kontraksi otot uterus dalam proses
persalinan.
5.
Kelenjar adrenal
Karena dirangsang oleh
hormone estrogen, kelenjar adrenal memproduksi lebih banyak kortisol plasma
bebas dan juga kortikosteroid, termasuk ACTH, dan ini terjadi sejak usia 12
minggu hingga masa aterm. Karena kortisol bebas menekan produksi ACTH,
disimpulkan adanya gangguan mekanisme feed-back. Diperkirakan kortisol bebas
meningkat mempunyai efek yang berlawanan terhadap insulin. Peningkatan
konsentrasi kortisol bebas pada masa kehamilan juga menyebabkan hiperglikemia
setelah makan. Peningkatan plasma
kortisol bebas juga dapat menyebabkan kehamilan mengalami kegemukan di
bagian-bagian tertentu karena adanya penyimpanan lemak, dan juga merangsang
adanya strie gravidarum. Karena
adanya stimulasi dari estrogen dan progesterone, terjadilah peningkatan
konsentrasi rennin yang besar, yang diproduksi oleh korteks adrenal pada saat
kehamilan 12 minggu, yang berfungsi sebagai tambahan, selain rennin yang
diproduksi di uterus dan korion. Peningkatan kortisol dan tekanan darah
merangsang system rennin-angiotensin mampu menjaga keseimbangan efek hilangnya
garam yang disebabkan oleh korteks
adrenal. Kadar aldosteron meningkat 200-700 ng/l sampai pada akhir
kehamilan, sedangkan kadar aldosteron pada perempuan tidak hamil adalah 100-200
ng/l. efek dari aldosteron adalah meningkatnya penyerapan natrium, yang dapat
memberi keseimbangan bagi tubuh karena adanya garam yang hilang dan sekresi air
meningkat. Ketidakseimbangan zat-zat ini dapat menyebabkan perempuan hamil
mengabsorbsi kembali natrium dari ginjal, sehingga memengaruhi keadaan cairan
tubuh yang bisa menyebabkan hipertensi. Peningkatan angiotensin II juga akan
menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah secara cepat bila tidak ada
vasodilator oleh prostaglandin dan prostasiklin. HCG mengurangi respon imunitas
dalam kehamilan usia 10-30 minggu dan tetap \pada kadar ini hingga aterm.
6.
Adenohypophysis (membesar sebesar 50% dan produksi hormon
pertumbuhan meningkat)
7.
Neurohypophysis (oksitosin)
8.
Hormon ovarium (estrogen, progesteron dan relaksin)
Ovarium
merupakan penghasil estrogen dan progesterone pada wanita tidak hamil. Jumlah
yang meningkat dan menurun mnghasilkan siklus menstruasi. Pada saat konsepsi,
perubahan secara signifikan terjadi. Korpus luteum tempat menjadi penghasil
hormon estrogen dan progesteron. Setelah plasenta terbentuk dengan baik, ia menjadi
sumber utama kedua hormon tersebut. Plasenta pun menghasilkan steroid beserta
tiga hormon lainnya , yaitu HCG, hPL (human placental lactogen), dan hCS (human
chorionic thyrotropin).
9.
Hormon-hormon sel trofoblast (HCG untuk mencegah degenerasi
corpus luteum)
10.
Hormon plasenta
11.
HCG
12.
Estrogen (menstimulasi pertumbuhan otot-otot uterus dan membuat
sensitif terhadap oksitosin, menstimulasi pertumbuhan duktus-duktus pada payudara,
pertumbuhan puting susu dan hiperpigmentasi)
13.
Progesteron (mempengaruhi jaringan-jaringan yang dipengaruhi
estrogen, proliferasi dan meningkatkan vaskularisasi desidua, relaksasi
miometrium)
14.
Human placental lactogen/HPL (meningkatkan metabolisme untuk
nutrisi fetus terutama metabolisme glukosa dan lemak
15.
Pengaruh umum estrogen adalah menyebabkan pertumbuhan baik
ukuran maupun jumlah sel. Sedangkan pengaruh khususnya :
a.
Menyebabkan penebalan dari edometrium sehingga ovum yang
sudah dibuahi dapat berimplantasi
b.
Menyebabkan hipertrofi (pelebaran pada otot) dari dinding
uterus dan hiperplasia (peningkatan ukuran pembuluh darah) serta lymphatic yang
meningkatkan vaskularisasi, kongesti (penimbunan jumlah darah atau lendir yang
berlebih dalam organ tubuh) dan oedema (pembengkakan). Perubahan-perubahan ini
mengakibatkan : tanda chadwick (perubahan warna serviks menjadi biru lipid,
tanda goodel (vagina melunak), tanda hegar (istmus tidak teraba).
c.
Hipertrofi dan hiperplasia otot-otot uterus
d.
Hipertrofi dan hiperplasia jaringan payudara termasuk sistem
pembuluh darah
e.
leucorrhea, mimisan, hidung tersumbat, ginggivitis, mual
pada awal kehamilan
f.
Pengaruh progesteron secara umum adalah peningkatan sekresi
dan mengendurkan otot-otot polos. Sedangkan pengaruh khusus diantaranya adalah
:
·
Menyebabkan penebalan dari endometrium sehingga ovum yang
sudah dibuahi dapat berinflantasi
·
Mengendurkan otot-otot halus yang berakibat : meningkatnya
waktu pengosongan lambung dan peristaltik, meningkatkan gastric reflux karena
relaksasi cardiac spinchter yang menyebabkan rasa panas pada perut, penurunan
motilitas (gerakan usus melambat) gastro intestinal yang menyababkan terjadinya
konstipasi (susah buang air besar), pembuluh arteri dan dinding vena relaksasi
dan dilatasi yang meningkatkan kapasitas vena dan menambah resiko terjadinya
hemoroids/wasir.
·
Menjaga peningkatan suhu basal ibu
·
Merangsang perkembangan sistem alveolar payudara
·
Dengan hormon relaksin dapat melembutkan/mengendurkan
jaringan ikat, ligamen-ligamen dan otot-otot yang mengakibatkan sakit punggung
dan nyeri ligament.


2.4
SISTEM
KEKEBALAN
Imun
/ kekebalan adalah daya tahan tubuh
dalam mengahadapi serangan dari benda asing di dalam tubuh. Sedangkan Imunitas
yaitu kekebalan terhadap infeksi. Imunologi dalam janin kebanyakan dari ibu ke
janin sekitar 16 mgg kehamilan dan terus meningkat ketika kehamilan bertambah ,
tetapi sebagian besar lagi diterima janin selama 4 mgg terakhir kehamilan
HCG
mampu menurunkan respon imun pada perempuan hamil. Salain itu,kadar lg G, lg A
dan lg M serum menurun mulai dari minggu ke-10 kehamilan hingga mencapai kadar
terendah pada minggu ke-30 dan tetap berada pada kadar ini, hingga aterm.

2.5
SISTEM
MUSKULOSKELETAL
Pada masa kehamilan wanita membutuhkan
kalsium dan fosfor satu pertiga lebih banyak dari biasanya. Dengan diit
seimbang maka kebutuhan tersebut dapat terpenuhi. Namun karies gigi yang
terjadi pada kebenyakan ibu hamil bukanlah disebabkan karena dekalsifikasi
(kekurangan kalsium), sejak kalsium gigi terbentuk. Hasil penelitian
menyebutkan bahwa pada wanita hamil produksi saliva menjadi lebih sedikit,
sehingga suasanan mulut cenderung menjadi asam. Suasana mulut yang bersifat
asam akan membatu bakteri dalam proses penghancuran email gigi. Inilah yang menyebabkan
karies pada ibu hamil.
Kram otot-otot tungkai dan kaki
merupakan masalah umum selama kehamilan. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi
mungkin berhubungan dengan metabolisme kalsium dan fosfor, kurangnya drainase
sisa metabolisme otot, atau postur yang tidak seimbang. Kram biasanya terjadi setelah berdiri sepanjang
hari dan pada malam hari setelah tubuh istirahat. Sedikit gerakan dan
penggunaan kompres hangat dapat sedikit membantu. Aktivitas sehari-hari yang
sedang dan lebih banyak waktu untuk istirahat dengan kaki dinaikkan merupakan
cara yang pada umumnya berhasil untuk mengurangi ketidaknyamanan ini.
Estrogen
dan relaksasi memberi efek maksimal pada relaksasi otot dan ligament pelvic pada
akhir kehamilan. Relaksasi ini digunakan oleh pelvis untuk meningkatkan
kemampuannya dalam menguatkan posisi janin diakhir kehamilan dan saat
kelahiran. Ligamen pada sifisis pubis dan sakroiliaka akan menghilang karena
berelaksasi, sebagai efek dari estrogen. Lemahnya dan membesarnya jaringan
menyebabkan terjadinya hidrasi pada trimester akhir. Simfisis pubis melebar
hingga 4 mm pada usia gestasi 32 minggu, dan sakroksigeus tidak teraba, diikuti
terabanya koksigis sebagai pengganti bagian belakang.
Meningkatnya
pergerakan pelvis menyebabkan juga pergerakan pada vagina. Ini menyebabkan
timbulnya nyeri punggung dan ligament saat hamil tua. Penelitian terbaru
menemukan bahwa meski relaksasi kemungkinan menyebabkan relaksasi pada ligament pelvic, bukan berarti hal ini merupakan
gejala sakit.
Bentuk
tubuh selalu berubah sebab menyesuaikan dengan pembesaran uterus kedepan,
akibat dari adanya otot abdomen. Bagi perempuan yang kurus lekukan lumbalnya
lebih dari normal dan menyebabkan lordosis, yang gaya beratnya berpusat pada
kaki bagian belakang. Kondisi ini menyebabkan rasa sakit berulang yang dialami
perempuan selama kehamilannya dan kadang terasa cukup nyeri.
Lordosis
yang progresif akan menjadi bentuk yang umum pada kehamilan. Akibat kompensasi
dari pembesaran uterus ke posisi anterior, lordosis menggeser pusat daya berat
ke belakang kearah dua tungkai. Sendi sakroilliaka, sakrokoksigis dan pubis
akan meningkat mobilitasnya, yang diperkirakan karena pengaruh hormonal.
Estrogen
dan progesterone mempengaruhi relaksasi ligamen sehingga terjadi peningkatan
mobilitas pada sendi-sendi. Di antaranya sendi sakroiliaka, sakrokoksigeal dan
sendi pubis. Beberapa perubahan postur yang terjadi menimbulkan rasa tidak
nyaman pada bagian punggung bagian bawah, hal ini karena ukuran uterus yang
bertambah besar sehingga menekan otot-otot pada daerah pelvis .
pada
trimester tiga relaksasi maksimal terjadi pada akhir kehamilan yang
dapat dijadikan sebagai proses persiapan persalinan, seperti pubis yang menjadi
lebih lunak.
Beberapa
permasalahan pada sistem muskuloskeletal
1.
Dengan bertambahnya
massa tubuh bahu akan terasa lebih berat, agar tubuh tetap seimbang maka secara bertahap bahu
tertarik ke belakang sehingga tulang belakang menjadi lebih melengkung. Hal ini
menyebabkan lordosis progresif yang pada akhirnya menimbulkan rasa nyeri punggung. Pada beberapa wanita penggunaan
bantal untuk mrnyokong punggung dapat
membantu meringankan rasa nyeri tersebut.
2.
Dorsolumbar lordosis
ialah rasa sakit yang disebabkan oleh terjadinya penarikan pada serabut saraf
dan akar-akar saraf
3.
Pada trimester akhir
terjadi acroesthesia, yaitu kaku dan gatal pada tangan. Hal ini disebabkan
disebabkan oleh stoop-snouldered sikap menerima oleh beberapa wanita selama kehamilan
pada kondisi ini dihubungkan dengan penarikan pada segmen dari brachial plexus
yaitu nervus plexus yang berasal dari percabangan ventral empat nervus spinalis
servikalis terakhir dengan nervus spinalis torakalis pertama, berpisah menjadi beberapa nervus utama bahu, dada dan
lengan.
4.
hypocalcemia (penurunan
kalsium darah yang kurang dari normal) dikarenakan persyarafan otot seperti
kejang otot pada tetanus.
5.
gelaja pharethesia
(perasaan seperti terbakar / gatal karna kekacauan sistem saraf sensori) dan
rasa sakit pada tangan yang menyebar sampai siku. Biasanya sangat berpengaruh tangan yang dominan.
6.
mata berkunang-kunang,
letih, lesu, dan pingsan adalah umum terjadi selama kehamilan.



2.6
SISTEM
INTEGUMEN
a.
Payudara
Salah
satu petunjuk pada wanita yang menandakan bahwa ia hamil adalah rasa semutan
nyeri tekan pada payudara, yang secara bertahap mengalami pembesaran karena
peningkatan pertumbuhan jaringan alveolar dan suplai darah. Puting susu menjadi
lebih menonjol dan keras, dan pada awal kehamilan keluar cairan jernih,
kolostrum. Area berpigmen disekitar puting. Areola, tumbuh lebih gelap dan
kelenjar-kelanjar montgomery menonjol keluar.
Bila
payudara tidak disokong dengan tepat selama kehamilan, beratnya meningkat akan
menyebabkan rasa tidak nyaman. Dikhawatirkan bentuknya menjadi “menurun” tidak
harus terjadi bila selama masa kehamilan payudara telah disokong dengan baik
menggunakan bra yang tepat. Sering
dibersihkan akan menjaga penumpukan kolostrum. Menyikat dengan handuk kering
yang agak kasar dapat membantu untuk menyiapkan puting dalam proses pemberian
ASI.
b.
Muka
Terjadi
perubahan warna bercak hiperpigmentasi kecoklatan pada kulit didaerah tonjolan
maksila dan dahi, khususnya pada wanita hamil berkulit hitam akibat peningkatan
hormon estrogen dan progesterone, serta hormon melanokortikotropin.
c.
Kulit
Hipersensitifitas
allergen plasenta. Peningkatan kelenjar apocrine akibat peningkatan hormone,
kelenjar tersebut meningkat terutama akibat berat badan dan kegiatan metabolik
yang meningkat menyebabkan peningkatan
aktifitas kelenjar sebasea. Hal ini menyebabkan timbulnya jerawat pada ibu
hamil. Perubahan keseimbangan hormonal dan regangan mekanik bertanggung jawab
terhadap beberapa perubahan sistem intergumen. Seperti perubahan umum
meningkatnya peregangan kulit dan lemak subderma, hiperpigmentasi, pertumbuhan
rambut dan gigi, peningkatan aktivitas kelenjar dan lemak, meningkatnya
sirkulasi dan aktivitas vasomotor. Semua itu memperbesar kerapuhan jaringan
elastic kolagen yang menghasilkan striane gravidarum atau stectmark, alergi
dapat meningkatkan potensi respon.
Peregangan
yang terjadi terkadang menimbulkan rasa gatal. Kecenderungan perkembangan strie
telah dianggap hal yang biasa. Setelah persalinan biasanya akan memudar dengan
sendirinya, mekipun tidak hilang secara keseluruhan. Strie dapat pula muncul
pada daerah mamae sebagai akibat peregangan dengan bertambahnya ukuran.
Pigmentasi yang terjadi disebabkan oleh hormon pituitary anterior melanotropin yang meningkat selama
kehamilan, melasma wajah atau cloasma atau mask of pregnancy, jerawat atau
bisul, hiperpigmentasi pada wajah dan kening terutama pada wanita berkulit
putih. Intensitas terkena paparan matahari menjadi salah satu penyebab
meningkatnya pigmentasi.
d.
Perut
Terdapat
garis pigmentasi dari simfisis pubis sampai kebagian atas fundus timbul digaris
tengah tubuh diinduksi hormon. Pada primigravida, garis mulai terlihat pada
bulan ke-3 terus memanjang seiring dengan meningginya fundus. Pada
multigravida, keseluruhan garis sering kali muncul sebelum bulan ke-3. Terdapat
juga tanda regangan yang timbul pada 50-90% wanita selama pertengahan ke-2
kehamilan yang dapat disebabkan oleh kerja adenokortikosteroid, menunjukkan
pemisahan jaringan ikat (kolagen) dibawah kulit. Garis-garis yang sedikit cekung
ini cenderung timbul didaerah dengan regangan maksimum (misalnya, di abdomen,
paha, dan payudara).
e.
Prespirasi dan Sekresi
kelenjar lemak
Selama kehamilan
kelenjar sebasea atau kelenjar lemak akan menjadi lebih aktif dan produktif.
Akibatnya, memungkinkan wanita hamil akan menglami bau badan, banyak
mengeluarkan keringat, wajah lebih berminyak sehingga cenderung timbul jerawat,
rambut lebih sulit untuk diparikan. Kenaikan
progesteron-induced dalam suhu 0,5 ° C bersama dengan suplai darah meningkat ke
kulit menyebabkan vasodilatasi membuat wanita merasa panas. Berkeringat
membantu dalam kehilangan panas tambahan yang diproduksi oleh ibu, metabolisme
plasenta dan janin. Namun hal-hal tersebut dapat dihindari dengan
menjaga personal hygine, yaitu mandi, keramas dan penggunaan anti-prespirant
secara teratur.




Striane pada ibu hamil
2.7
INDEKS
MASA TUBUH
Peningkatan
berat badan ibu selama kehamilan menandakan adanya adaptasi ibu terhadap
pertumbuhan janin. Analisis dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa berat
badan yang bertambah berhubungan dengan perubahan fisiologis yang terjadi pada
kehamilan dan lebih dirasakan pada ibu primigravida untuk menambah berat badan
pada masa kehamilan.
Perkiraan
peningkatan berat badan :
·
4 kg dalam kehamilan 20
minggu pertama
·
8,5 kg dalam 20 minggu
ke-2 (0,4 kg/minggu dalam trimester akhir)
·
Totalnya sekitar 12,5
kg
Banyak
faktor yang mempengaruhi peningkatan berat badan : adanya oedema, proses
metabolisme, pola makan, muntah atau diare dan merokok.
Pertambahan
berat badan ini dapat dirinci sebagai berikut :
-
Janin 3 – 3,5 kg
-
Plasenta 0,5 kg
-
Air ketuban 1 kg
-
Rahim 1 kg
-
Timbunan lemak 1,5 kg
-
Timbunan protein 2 kg
-
Retensi air garam 1,5 kg
|
IMT
diklasifikasikan dalam 4 kategori :
-
IMT rendah ( <19,8 )
-
IMT normal ( 19,8 - 26 )
-
IMT tinggi ( >26 - 29 )
-
IMT obesitas (>29 )
Peningkatan
BB total selama hamil yang disarankan berdasarkan BMI sebelum hamil :
-
IMT rendah ( 12,5 – 18 kg )
-
IMT normal ( 11,5 – 16 kg )
-
IMT tinggi ( 7,0 – 11,5 kg )
-
IMT obesitas (
+ 6 kg )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar