Cari Blog Ini

Senin, 18 Maret 2013

Perubahan sistem Tubuh pada Ibu Hamil Normal (Perubahan Fisiologis)

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1       SISTEM PENCERNAAN
1.      Mulut dan Gusi
Peningkatan estrogen dan progesterone meningkatkan aliran darah ke rongga mulut, hipervaskularisasi pembuluh darah kapiler gusi sehingga terjadi edema dan hiperplastis. Ketebalan epitelial berkurang sehingga gusi dapat mengalami pembengkakan. Seringnya muntah menyebabkan meningkatkan rasa asam di mulut. Sehingga seringkali Ibu hamil mengalami karies gigi. Namun hal ini dapat dicegah dengan menjaga kebersihan mulut.
Gusi akan menjadi lebih hiperemis dan lunak sehingga dengan trauma sedang saja bisa menyebabkan pendarahan. Epulis selama kehamilan akan muncul, Epulis adalah suatu tumor yang bersifat jinak. Pada kehamilan disebut epulis gravidarum, setelah persalinan akan berkurang dan membaik secara spontan.
2.      Lambung
a.       Terjadi relaksasi pada otot-otot pencernaan antara lain peristaltik lambung sehingga pencernaan makanan oleh lambung menjadi lebih lama sehingga pengosongan lambungpun menjadi lebih lama. Seringkali terjadi peristaltik balik ke esophagus yang menyebabkan perasaan mual hingga muntah. Selain itu, pengaruh dari peningkatan hormone HCG juga dapat meningkatkan perasaan mual dan muntah pada ibu hamil.
b.      Terjadi perubahan posisi lambung dan usus akibat perkembangan uterus.
c.       Penurunan tonus dan motilitas saluran gastrointestinal menyebabkan  waktu pengosongan lambung menjadi lebih lama.



3.      Usus Halus dan Usus Besar
Peningkatan hormon estrogen dan progesteron menyebabkan otot-otot polos pada usus mengalami relaksasi sehingga penyerapan makanan menjadi lebih maksimal. Relaksasi juga terjadi pada usus besar sehingga penyerapan air menjadi lebih lama. Hal ini dapat menyebabkan feses menjadi lebih keras dan akhirnya menyebabkan konstipasi pada ibu hamil. Hemorroid merupakan suatu hal yang sering terjadi sebagai akibat konstipasi dan peningkatan tekanan pada pembuluh dalah vena pada bagian bawah karena pembesaran uterus.









2.2 SISTEM METABOLISME
Sebagian besar penambahan berat badan selama kehamilan berasal dari uterus dan isinya. Kemudian payudara, volume darah dan cairan ekstra selular. Diperkirakan selama kehamilan berat badan akan bertambah 12,5 kg.
Pada trimester ke-2 dan ke-3 pada perempuan dengan gizi baik dianjurkan menambah berat badan perminggu sebesar 0,4kg, sementara pada perempuan dengan gizi kurang atau berlebih dianjurkan menambah berat badan perminggu masing-masing sebesar 0,5kg dan 0,3kg.
Kebutuhan akan asupan kalori yang bertambah (sekitar 200-300kkal per hari) disebabkan karena adanya perubahan karakteristik pada sistem metabolisme tubuh selama kehamilan. Perubahan ini disebabkan karena hadirnya hormon  plasenta (HCG) yang menjamin pertumbuhan tubuh dan otak janin, serta melindungi ibu dari kekurangan nutrisi (case 1985).
Pasokan glukosa terus menerus harus tersedia untuk ditransfer ke janin. Setiap kali ibu makan, janin berpeluang ditingkatkan untuk mendapatkan glukosa. Konsentrasi plasma glukosa puasa jatuh pada trimester pertama sekitar 125, naik antara 16 dan 32 minggu, kemudian jatuh lagi ke istilah karena the increasing penggunaan glukosa ibu untuk menyediakan janin dengan energi (Cumberland Cruikshank & Hays 1991).          

Peningkatan jumlah cairan selama kehamilan adalah suatu hal yang fisiologis. Hal ini disebabkan oleh turunnya osmolaritas dari 10 mOsm/kg yang diinduksi oleh makin rendahnya ambang rasa haus dan sekresi vasopressin. Fenomena ini mulai terjadi pada awal kehamilan. Pada saat aterm +  3,5 l cairan berasal dari janin, plasenta dan cairan amnion, sedangkan 3 l lainnya berasal dari akumulasi peningkatan volume darah ibu, uterus dan payudara sehingga minimal tambahan cairan selama kehamilan adalah 6,5 l. penambahan tekanan vena dibagian bawah uterus dan mengakibatkan oklusi parsial vena cava yang bermanifestasi pada adanya pitting edema di kaki dan tungkai terutama pada akhir kehamilan. Penurunan tekanan osmotic koloid di interstisial juga akan menyebabkan edema pada akhir kehamilan.
Hasil konsepsi, uterus, dan darah ibu secara relative mempunyai kadar protein yang lebih tinggi dibandingkan lemak dan karbohidrat. WHO menganjurkan asupan protein perhari pada ibu hamil 51 gram.
Pada kehamilan normal akan terjadi hipoglikemia puasa yang disebabkan oleh kenaikan kadar insulin, hiperglikemia postprandial dan hiperinsulinemia.
Konsentrasi lemak, lipoprotein, dan apolipoprotein dalam plasma akan meningkat selama kehamilan. Lemak akan disimpan sebagian besar di central yang kemudian akan digunakan janin sebagai nutrisi sehingga cadangan lemak itu akan berkurang. LDL akan mencapai puncaknya pada minggu ke-36 sehingga HDL akan mencapai puncaknya pada minggu ke-25 berkurang sampai minggu ke-32 dan kemudian menetap. Hal ini dipengaruhi oleh kenaikan hormone progesteron dan estrogen.
Selama kehamilan ibu akan menyimpan 30 gram kalsium yang sebagian besar akan digunakan untuk pertumbuhan janin. Jumlah itu diperkirakan hanya 2,5% dari total kalsium ibu. Penggunaan suplemen kalsium untuk mencegah preeklamsia tidak terbukti dan tidak disarankan untuk menggunakannya secara rutin selama kehamilan.
Zinc (Zn) sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan janin. Beberapa penelitian menunjukkan kekurangan zat ini dapat menyebakan pertumbuhan janin terhambat. Selama kehamilan kadar mineral ini akan menurun dalam plasma ibu oleh karena pengaruh dilusi. Pada perempuan hamil dianjurkan asupan mineral ini  7,3 - 11,3 ml gram perhari, tetapi hanya pada perempuan-perempuan beresiko yang dianjurkan mendapat suplemen mineral ini.
Asam folat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan pembelahan sel sintesis DNA/RNA. Defisiensi asam folat selama kehamilan akan menyebabkan terjadinya anemia megaloblastik dan defisiensi pada masa prakonsepsi serta awal kehamilan diduga akan menyebabkan neural tube defect pada janin sehingga para perempuan yang merencanakan kehamilan dianjurkan mendapat asupan asam folat 0,4 mg/hari sampai usia kehamilan 12 minggu. Sementara itu, pada ibu yang mempunyai riwayat anak dengan spina bifida dianjurkan mengonsumsi asam folat sebanyak 4 mg/hari sampai usia kehamilan 12 minggu.



2.3     SISTEM ENDOKRIN
1.             Kelenjar hipofisis
Berat kelenjar hipofisis anterior meningkat antara 30-50%, yang menyebabkan perempuan hamil menderita pusing. Sekresi prolaktin, hormone adrenokortikoid, hormone tirotropik dan melanocyt stimulating hormone meningkat. Produksi hormone perangsang folikel dan luteinizing hormon dihambat oleh estrogen dan progesterone plasenta. Efek meningkatnya prolaktin adalah ditekannya produksi estrogen dan progesterone pada masa kehamilan.
2.             Kelenjar tiroid
Dalam kehamilan, normalnya ukuran kelenjar tiroid akan mengalami pembesaran kira-kira 13% akibat adanya hiperplasi dari jaringan glandula dan peningkatan vaskularitas. Secara fisiologis akan terjadi peningkatan pengambilan iodin sebagai kompensasi kebutuhan ginjal terhadap iodin yang meningkat karena laju filtrasi glomerulus. Beberapa penelitian juga menjelaskan bahwa penyakit gondok disebabkan oleh defisiensi iodin. Walau kadang-kadang kehamilan mungkin menuju hipertiroid, fungsi tiroid biasanya normal. Namun, peningkatan T4 (tiroksin) dan T3 (triodotironin) juga bisa merangsang peningkatan laju  metabolisme basal. Hal ini disebabkan oleh produksi estrogen stimulated hepatic dan tiroksin yang menekan globulin.
Selama masa kehamilan, basal metabolic rate (BMR) meningkat hampir 20% dan kelenjar tiroid membesar, tetapi jumlah hormon yang dihasilkan tetap sama (tiroksin). Ukurannya meningkat karena pertumbuhan sel-sel acinar, dan meningkatnya metabolic rate disebabkan karena oksigen yang digunakan lebih banyak.
3.                                                                      Kelenjar paratiroid
Kelenjar paratiroid ukurannya meningkat selama masa kehamilan, terutama selama minggu ke-15 sampai ke-30 ketika kebutuhan kalsium janin lebih besar. Hormone paratiroid penting untuk mempertahankan kecukupan kalsium dalam darah, tanpa hormon tersebut metabolisme tulang dan otot akan terganggu.
4.                                                                      Kelenjar pituitari
Lobus anterior dari kelenjar pituitary mengalami sedikit pembesaran selama kehamilan dan terus menghasilkan semua hormon, tetapi dengan  jumlah yang sedikit berbeda. Follicle-stimulating hormone (FSH) ditekan oleh chorionic gonadotripon (hCG) yang dihasilkan dalam plasenta. Hormone pertumbuhan berkurang dan hormone melanotropic meningkat, menyebabkan peningkatan pigmentasi pada puting susu, wajah, dan abdomen yang dikenal dengan striane gravidarum. Pembentukan prolaktin meningkat dan berlanjut setelah persalinan selama menyusui.
Sebagaimana perkembangan bayi telah matur, pembentukan prolaktin oleh lobus posterior meningkat dalam menyiapkan perannya menstimulasi kontraksi otot uterus dalam proses persalinan. 
5.             Kelenjar adrenal
Karena dirangsang oleh hormone estrogen, kelenjar adrenal memproduksi lebih banyak kortisol plasma bebas dan juga kortikosteroid, termasuk ACTH, dan ini terjadi sejak usia 12 minggu hingga masa aterm. Karena kortisol bebas menekan produksi ACTH, disimpulkan adanya gangguan mekanisme feed-back. Diperkirakan kortisol bebas meningkat mempunyai efek yang berlawanan terhadap insulin. Peningkatan konsentrasi kortisol bebas pada masa kehamilan juga menyebabkan hiperglikemia setelah  makan. Peningkatan plasma kortisol bebas juga dapat menyebabkan kehamilan mengalami kegemukan di bagian-bagian tertentu karena adanya penyimpanan lemak, dan juga merangsang adanya strie gravidarum. Karena adanya stimulasi dari estrogen dan progesterone, terjadilah peningkatan konsentrasi rennin yang besar, yang diproduksi oleh korteks adrenal pada saat kehamilan 12 minggu, yang berfungsi sebagai tambahan, selain rennin yang diproduksi di uterus dan korion. Peningkatan kortisol dan tekanan darah merangsang system rennin-angiotensin mampu menjaga keseimbangan efek hilangnya garam yang disebabkan oleh korteks adrenal. Kadar aldosteron meningkat 200-700 ng/l sampai pada akhir kehamilan, sedangkan kadar aldosteron pada perempuan tidak hamil adalah 100-200 ng/l. efek dari aldosteron adalah meningkatnya penyerapan natrium, yang dapat memberi keseimbangan bagi tubuh karena adanya garam yang hilang dan sekresi air meningkat. Ketidakseimbangan zat-zat ini dapat menyebabkan perempuan hamil mengabsorbsi kembali natrium dari ginjal, sehingga memengaruhi keadaan cairan tubuh yang bisa menyebabkan hipertensi. Peningkatan angiotensin II juga akan menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah secara cepat bila tidak ada vasodilator oleh prostaglandin dan prostasiklin. HCG mengurangi respon imunitas dalam kehamilan usia 10-30 minggu dan tetap \pada kadar ini hingga aterm. 
6.             Adenohypophysis (membesar sebesar 50% dan produksi hormon pertumbuhan meningkat)
7.             Neurohypophysis (oksitosin)
8.             Hormon ovarium (estrogen, progesteron dan relaksin)
Ovarium merupakan penghasil estrogen dan progesterone pada wanita tidak hamil. Jumlah yang meningkat dan menurun mnghasilkan siklus menstruasi. Pada saat konsepsi, perubahan secara signifikan terjadi. Korpus luteum tempat menjadi penghasil hormon estrogen dan progesteron. Setelah plasenta terbentuk dengan baik, ia menjadi sumber utama kedua hormon tersebut. Plasenta pun menghasilkan steroid beserta tiga hormon lainnya , yaitu HCG, hPL (human placental lactogen), dan hCS (human chorionic thyrotropin).
9.             Hormon-hormon sel trofoblast (HCG untuk mencegah degenerasi corpus luteum)
10.         Hormon plasenta
11.         HCG
12.         Estrogen (menstimulasi pertumbuhan otot-otot uterus dan membuat sensitif terhadap oksitosin, menstimulasi pertumbuhan duktus-duktus pada payudara, pertumbuhan puting susu dan hiperpigmentasi)
13.         Progesteron (mempengaruhi jaringan-jaringan yang dipengaruhi estrogen, proliferasi dan meningkatkan vaskularisasi desidua, relaksasi miometrium)
14.         Human placental lactogen/HPL (meningkatkan metabolisme untuk nutrisi fetus terutama metabolisme glukosa dan lemak
15.         Pengaruh umum estrogen adalah menyebabkan pertumbuhan baik ukuran maupun jumlah sel. Sedangkan pengaruh khususnya :
a.              Menyebabkan penebalan dari edometrium sehingga ovum yang sudah dibuahi dapat berimplantasi
b.             Menyebabkan hipertrofi (pelebaran pada otot) dari dinding uterus dan hiperplasia (peningkatan ukuran pembuluh darah) serta lymphatic yang meningkatkan vaskularisasi, kongesti (penimbunan jumlah darah atau lendir yang berlebih dalam organ tubuh) dan oedema (pembengkakan). Perubahan-perubahan ini mengakibatkan : tanda chadwick (perubahan warna serviks menjadi biru lipid, tanda goodel (vagina melunak), tanda hegar (istmus tidak teraba).
c.              Hipertrofi dan hiperplasia otot-otot uterus
d.             Hipertrofi dan hiperplasia jaringan payudara termasuk sistem pembuluh darah
e.              leucorrhea, mimisan, hidung tersumbat, ginggivitis, mual pada awal kehamilan
f.              Pengaruh progesteron secara umum adalah peningkatan sekresi dan mengendurkan otot-otot polos. Sedangkan pengaruh khusus diantaranya adalah :
                                                                                  ·          Menyebabkan penebalan dari endometrium sehingga ovum yang sudah dibuahi dapat berinflantasi
                                                                                  ·          Mengendurkan otot-otot halus yang berakibat : meningkatnya waktu pengosongan lambung dan peristaltik, meningkatkan gastric reflux karena relaksasi cardiac spinchter yang menyebabkan rasa panas pada perut, penurunan motilitas (gerakan usus melambat) gastro intestinal yang menyababkan terjadinya konstipasi (susah buang air besar), pembuluh arteri dan dinding vena relaksasi dan dilatasi yang meningkatkan kapasitas vena dan menambah resiko terjadinya hemoroids/wasir.
                                                                                  ·          Menjaga peningkatan suhu basal ibu
                                                                                  ·          Merangsang perkembangan sistem alveolar payudara
                                                                                  ·          Dengan hormon relaksin dapat melembutkan/mengendurkan jaringan ikat, ligamen-ligamen dan otot-otot yang mengakibatkan sakit punggung dan nyeri ligament.








2.4         SISTEM KEKEBALAN
Imun / kekebalan  adalah daya tahan tubuh dalam mengahadapi serangan dari benda asing di dalam tubuh. Sedangkan Imunitas yaitu kekebalan terhadap infeksi. Imunologi dalam janin kebanyakan dari ibu ke janin sekitar 16 mgg kehamilan dan terus meningkat ketika kehamilan bertambah , tetapi sebagian besar lagi diterima janin selama 4 mgg terakhir kehamilan
HCG mampu menurunkan respon imun pada perempuan hamil. Salain itu,kadar lg G, lg A dan lg M serum menurun mulai dari minggu ke-10 kehamilan hingga mencapai kadar terendah pada minggu ke-30 dan tetap berada pada kadar ini, hingga aterm.












2.5         SISTEM MUSKULOSKELETAL
Pada masa kehamilan wanita membutuhkan kalsium dan fosfor satu pertiga lebih banyak dari biasanya. Dengan diit seimbang maka kebutuhan tersebut dapat terpenuhi. Namun karies gigi yang terjadi pada kebenyakan ibu hamil bukanlah disebabkan karena dekalsifikasi (kekurangan kalsium), sejak kalsium gigi terbentuk. Hasil penelitian menyebutkan bahwa pada wanita hamil produksi saliva menjadi lebih sedikit, sehingga suasanan mulut cenderung menjadi asam. Suasana mulut yang bersifat asam akan membatu bakteri dalam proses penghancuran email gigi. Inilah yang menyebabkan karies pada ibu hamil.
Kram otot-otot tungkai dan kaki merupakan masalah umum selama kehamilan. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi mungkin berhubungan dengan metabolisme kalsium dan fosfor, kurangnya drainase sisa metabolisme otot, atau postur yang tidak seimbang. Kram  biasanya terjadi setelah berdiri sepanjang hari dan pada malam hari setelah tubuh istirahat. Sedikit gerakan dan penggunaan kompres hangat dapat sedikit membantu. Aktivitas sehari-hari yang sedang dan lebih banyak waktu untuk istirahat dengan kaki dinaikkan merupakan cara yang pada umumnya berhasil untuk mengurangi ketidaknyamanan ini. 
Estrogen dan relaksasi memberi efek maksimal pada relaksasi otot dan ligament pelvic pada akhir kehamilan. Relaksasi ini digunakan oleh pelvis untuk meningkatkan kemampuannya dalam menguatkan posisi janin diakhir kehamilan dan saat kelahiran. Ligamen pada sifisis pubis dan sakroiliaka akan menghilang karena berelaksasi, sebagai efek dari estrogen. Lemahnya dan membesarnya jaringan menyebabkan terjadinya hidrasi pada trimester akhir. Simfisis pubis melebar hingga 4 mm pada usia gestasi 32 minggu, dan sakroksigeus tidak teraba, diikuti terabanya koksigis sebagai pengganti bagian belakang.
Meningkatnya pergerakan pelvis menyebabkan juga pergerakan pada vagina. Ini menyebabkan timbulnya nyeri punggung dan ligament saat hamil tua. Penelitian terbaru menemukan bahwa meski relaksasi kemungkinan menyebabkan relaksasi pada  ligament pelvic, bukan berarti hal ini merupakan gejala sakit.
Bentuk tubuh selalu berubah sebab menyesuaikan dengan pembesaran uterus kedepan, akibat dari adanya otot abdomen. Bagi perempuan yang kurus lekukan lumbalnya lebih dari normal dan menyebabkan lordosis, yang gaya beratnya berpusat pada kaki bagian belakang. Kondisi ini menyebabkan rasa sakit berulang yang dialami perempuan selama kehamilannya dan kadang terasa cukup nyeri.
Lordosis yang progresif akan menjadi bentuk yang umum pada kehamilan. Akibat kompensasi dari pembesaran uterus ke posisi anterior, lordosis menggeser pusat daya berat ke belakang kearah dua tungkai. Sendi sakroilliaka, sakrokoksigis dan pubis akan meningkat mobilitasnya, yang diperkirakan karena pengaruh hormonal.
Estrogen dan progesterone mempengaruhi relaksasi ligamen sehingga terjadi peningkatan mobilitas pada sendi-sendi. Di antaranya sendi sakroiliaka, sakrokoksigeal dan sendi pubis. Beberapa perubahan postur yang terjadi menimbulkan rasa tidak nyaman pada bagian punggung bagian bawah, hal ini karena ukuran uterus yang bertambah besar sehingga menekan otot-otot pada daerah pelvis . 
pada trimester  tiga relaksasi  maksimal terjadi pada akhir kehamilan yang dapat dijadikan sebagai proses persiapan persalinan, seperti pubis yang menjadi lebih lunak.
Beberapa permasalahan pada sistem muskuloskeletal
1.   Dengan bertambahnya massa tubuh bahu akan terasa lebih berat, agar tubuh     tetap seimbang maka secara bertahap bahu tertarik ke belakang sehingga tulang belakang menjadi lebih melengkung. Hal ini menyebabkan lordosis progresif yang pada akhirnya menimbulkan rasa nyeri  punggung. Pada beberapa wanita penggunaan bantal  untuk mrnyokong punggung dapat membantu meringankan rasa nyeri tersebut.
2.   Dorsolumbar lordosis ialah rasa sakit yang disebabkan oleh terjadinya penarikan pada serabut saraf dan akar-akar saraf
3.   Pada trimester akhir terjadi acroesthesia, yaitu kaku dan gatal pada tangan. Hal ini disebabkan disebabkan oleh stoop-snouldered sikap menerima oleh beberapa wanita selama kehamilan pada kondisi ini dihubungkan dengan penarikan pada segmen dari brachial plexus yaitu nervus plexus yang berasal dari percabangan ventral empat nervus spinalis servikalis terakhir dengan nervus spinalis torakalis pertama, berpisah  menjadi beberapa nervus utama bahu, dada dan lengan.
4.   hypocalcemia (penurunan kalsium darah yang kurang dari normal) dikarenakan persyarafan otot seperti kejang otot pada tetanus.
5.   gelaja pharethesia (perasaan seperti terbakar / gatal karna kekacauan sistem saraf sensori) dan rasa sakit pada tangan yang menyebar sampai siku. Biasanya  sangat berpengaruh tangan  yang dominan.
6.   mata berkunang-kunang, letih, lesu, dan pingsan adalah umum terjadi selama kehamilan.































2.6         SISTEM INTEGUMEN
a.         Payudara
Salah satu petunjuk pada wanita yang menandakan bahwa ia hamil adalah rasa semutan nyeri tekan pada payudara, yang secara bertahap mengalami pembesaran karena peningkatan pertumbuhan jaringan alveolar dan suplai darah. Puting susu menjadi lebih menonjol dan keras, dan pada awal kehamilan keluar cairan jernih, kolostrum. Area berpigmen disekitar puting. Areola, tumbuh lebih gelap dan kelenjar-kelanjar montgomery menonjol keluar.
Bila payudara tidak disokong dengan tepat selama kehamilan, beratnya meningkat akan menyebabkan rasa tidak nyaman. Dikhawatirkan bentuknya menjadi “menurun” tidak harus terjadi bila selama masa kehamilan payudara telah disokong dengan baik menggunakan bra yang tepat. Sering dibersihkan akan menjaga penumpukan kolostrum. Menyikat dengan handuk kering yang agak kasar dapat membantu untuk menyiapkan puting dalam proses pemberian ASI.     
b.        Muka
Terjadi perubahan warna bercak hiperpigmentasi kecoklatan pada kulit didaerah tonjolan maksila dan dahi, khususnya pada wanita hamil berkulit hitam akibat peningkatan hormon estrogen dan progesterone, serta hormon melanokortikotropin.
c.         Kulit
Hipersensitifitas allergen plasenta. Peningkatan kelenjar apocrine akibat peningkatan hormone, kelenjar tersebut meningkat terutama akibat berat badan dan kegiatan metabolik yang meningkat menyebabkan  peningkatan aktifitas kelenjar sebasea. Hal ini menyebabkan timbulnya jerawat pada ibu hamil. Perubahan keseimbangan hormonal dan regangan mekanik bertanggung jawab terhadap beberapa perubahan sistem intergumen. Seperti perubahan umum meningkatnya peregangan kulit dan lemak subderma, hiperpigmentasi, pertumbuhan rambut dan gigi, peningkatan aktivitas kelenjar dan lemak, meningkatnya sirkulasi dan aktivitas vasomotor. Semua itu memperbesar kerapuhan jaringan elastic kolagen yang menghasilkan striane gravidarum atau stectmark, alergi dapat meningkatkan potensi respon.
Peregangan yang terjadi terkadang menimbulkan rasa gatal. Kecenderungan perkembangan strie telah dianggap hal yang biasa. Setelah persalinan biasanya akan memudar dengan sendirinya, mekipun tidak hilang secara keseluruhan. Strie dapat pula muncul pada daerah mamae sebagai akibat peregangan dengan bertambahnya ukuran. Pigmentasi yang terjadi disebabkan oleh hormon pituitary  anterior melanotropin yang meningkat selama kehamilan, melasma wajah atau cloasma atau mask of pregnancy, jerawat atau bisul, hiperpigmentasi pada wajah dan kening terutama pada wanita berkulit putih. Intensitas terkena paparan matahari menjadi salah satu penyebab meningkatnya pigmentasi.
d.        Perut
Terdapat garis pigmentasi dari simfisis pubis sampai kebagian atas fundus timbul digaris tengah tubuh diinduksi hormon. Pada primigravida, garis mulai terlihat pada bulan ke-3 terus memanjang seiring dengan meningginya fundus. Pada multigravida, keseluruhan garis sering kali muncul sebelum bulan ke-3. Terdapat juga tanda regangan yang timbul pada 50-90% wanita selama pertengahan ke-2 kehamilan yang dapat disebabkan oleh kerja adenokortikosteroid, menunjukkan pemisahan jaringan ikat (kolagen) dibawah kulit. Garis-garis yang sedikit cekung ini cenderung timbul didaerah dengan regangan maksimum (misalnya, di abdomen, paha, dan payudara).
e.         Prespirasi dan Sekresi kelenjar lemak
Selama kehamilan kelenjar sebasea atau kelenjar lemak akan menjadi lebih aktif dan produktif. Akibatnya, memungkinkan wanita hamil akan menglami bau badan, banyak mengeluarkan keringat, wajah lebih berminyak sehingga cenderung timbul jerawat, rambut lebih sulit untuk diparikan. Kenaikan progesteron-induced dalam suhu 0,5 ° C bersama dengan suplai darah meningkat ke kulit menyebabkan vasodilatasi membuat wanita merasa panas. Berkeringat membantu dalam kehilangan panas tambahan yang diproduksi oleh ibu, metabolisme plasenta dan janin. Namun hal-hal tersebut dapat dihindari dengan menjaga personal hygine, yaitu mandi, keramas dan penggunaan anti-prespirant secara teratur.


























                                                          



                                 



                                  Striane  pada ibu hamil

2.7         INDEKS MASA TUBUH
Peningkatan berat badan ibu selama kehamilan menandakan adanya adaptasi ibu terhadap pertumbuhan janin. Analisis dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa berat badan yang bertambah berhubungan dengan perubahan fisiologis yang terjadi pada kehamilan dan lebih dirasakan pada ibu primigravida untuk menambah berat badan pada masa kehamilan.
Perkiraan peningkatan berat badan :
·         4 kg dalam kehamilan 20 minggu pertama
·         8,5 kg dalam 20 minggu ke-2 (0,4 kg/minggu dalam trimester akhir)
·         Totalnya sekitar 12,5 kg
Banyak faktor yang mempengaruhi peningkatan berat badan : adanya oedema, proses metabolisme, pola makan, muntah atau diare dan merokok.
Pertambahan berat badan ini dapat dirinci sebagai berikut :
-                      Janin                                        3 – 3,5  kg
-                      Plasenta                                   0,5        kg
-                      Air ketuban                             1          kg
-                      Rahim                                      1          kg
-                      Timbunan lemak                      1,5       kg
-                      Timbunan protein                    2          kg
-                      Retensi air garam                    1,5       kg




IMT = BB/TB 2
(BB dalam satuan kg, TB dalam satuan meter)
 
 
 

IMT diklasifikasikan dalam 4 kategori :
-                      IMT rendah                 ( <19,8 )
-                      IMT normal                 ( 19,8 - 26 )
-                      IMT tinggi                   ( >26 - 29 )
-                      IMT obesitas               (>29 )
  
Peningkatan BB total selama hamil yang disarankan berdasarkan BMI sebelum hamil  :
-                      IMT rendah                             ( 12,5 – 18 kg )
-                      IMT normal                             ( 11,5 – 16 kg )
-                      IMT tinggi                               ( 7,0 – 11,5 kg )
-                      IMT obesitas                           ( +  6 kg )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar