Cari Blog Ini

Senin, 18 Maret 2013

Konsep Asuhan pada Kehamilan



KONSEP ASUHAN KEHAMILAN

Filosofi Asuhan Kebidanan
  Filosofi menggambarkan keyakinan yang dianut oleh bidan dan dijadikan sebagai panduan yang diyakini dalam memberikan asuhan kebidanan.
  Dalam filosofi asuhan kebidanan ini dijelaskan beberapa keyakinan yang akan mewarnai asuhan

Filosofi ACNM
  Setiap individu yakin bahwa setiap individu berhak mendapat pelayanan kesehatan yang aman dan memuaskan, disertai rasa hormat thd martabat manusia dan perbedaan budaya
  Setiap individu berhak menetapkan keinginannya sendiri
  Berhak mendapat informasi yang lengkap
  Berpatisipasi aktif dalam setiap asuhan
  Persalinan normal ditingkatkan dg pendidikan,asuhan dan intervensi yg mendukung
  Asuhan berfokus pada kebutuhan individu, keluarga dalam perawatan fisik, emosional, sosial serta keterlibatan orang terdekat
• Memfasilitasi contuity of care
• Memberikan asuhan yang aman, kompeten dan tidak menyarankan intervensi medis dalam  
  persalinan normal
• Meningkatkan pendidikan kesehatan pada wanita

Filosofi Kebidanan Berdasarkan Kepmenkes 369/MENKES/ SK/ III/ 2007

1.       Keyakinan tentang kehamilan dan persalinan. Hamil dan bersalin merupakan suatu proses alamiah dan bukan penyakit.

2.       Keyakinan tentang Perempuan. Setiap perempuan adalah pribadi yang unik mempunyai hak, kebutuhan, keinginan masing- masing. Oleh sebab itu perempuan harus berpartisipasi aktif dalam setiap asuhan yang diterimanya.
 
3.       Keyakinan fungsi Profesi dan manfaatnya.Fungsi utama profesi bidan adalah mengupayakan kesejahteraan ibu & bayinya, proses fisiologis harus dihargai, didukung dan dipertahankan. Bila timbul penyulit, dapat menggunakan teknologi tepat guna dan rujukan yang efektif, untuk memastikan kesejahteraan perempuan & janin/bayinya.

4.       Keyakinan tentang pemberdayaan perempuan dan membuat keputusan. Perempuan harus diberdayakan untuk mengambil keputusan tentang kesehatan diri dan keluarganya melalui komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) dan konseling. Pengambilan keputusan merupakan tanggung jawab bersama antara perempuan, keluarga & pemberi asuhan.

5.       Keyakinan tentang tujuan Asuhan. Tujuan utama asuhan kebidanan untuk menyelamatkan ibu dan bayi (mengurangi kesakitan dan kematian). Asuhan kebidanan berfokus pada: pencegahan, promosi kesehatan yang bersifat holistik, diberikan dgn cara yang kreatif & fleksibel, suportif, peduli; bimbingan, monitor dan pendidikan berpusat pada perempuan; asuhan berkesinambungan, sesuai keinginan & tidak otoriter serta menghormati pilihan perempuan

6.       Keyakinan ttg Kolaborasi dan Kemitraan. Praktik kebidanan dilakukan dengan menempatkan perempuan sebagai partner dengan pemahaman holistik terhadap perempuan, sebagai satu kesatuan fisik, psikis, emosional, social, budaya, spiritual serta pengalaman reproduksinya. Bidan memiliki otonomi penuh dalam praktiknya yang berkolaborasi dengan tim kesehatan lainnya.
 
7.       Sebagai Profesi bidan mempunyai pandangan hidup Pancasila, seorang bidan menganut filosofis yang mempunyai keyakinan didalam dirinya bahwa semua manusia adalah mahluk bio-psiko-sosiokultural dan spiritual yang unik merupakan satu kesatuan jasmani dan rohani yang utuh dan tidak ada individu yang sama.

8.       Bidan berkeyakinan bahwa setiap individu berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang aman dan memuaskan sesuai dengan kebutuhan dan perbedaan kebudayaan. Setiap individu berhak menentukan nasib sendiri dan mendapatkan informasi yang cukup dan untuk berperan disegala aspek pemeliharaan kesehatannya.


9.       Setiap individu berhak untuk dilahirkan secara sehat, untuk itu maka setiap wanita usia subur, ibu hamil, melahirkan dan bayinya berhak mendapat pelayanan yang berkualitas.

10.   Pengalaman melahirkan anak merupakan tugas perkembangan keluarga, yang membutuhkan persiapan sampai anak menginjak masa masa remaja.

11.   Keluarga, yang berada di suatu wilayah/daerah membentuk masyarakat kumpulan dan masyarakat Indonesia terhimpun didalam satu kesatuan bangsa Indonesia. Manusia terbentuk karena adanya interaksi antara manusia dan budaya dalam lingkungan yang bersifat dinamis mempunyai tujuan dan
nilai-nilai yang terorganisir
Bagaimana Aplikasi Filosofi Bidan dalam kenyataannya dalam praktik bidan?
• Manajemen aktif kala 3
• Institutional birth
• Lingkup kebidanan: ginekologi

Pengembangan Filosofi Kebidanan
1.       Bidan bekerja secara partnership dengan wanita, dalam asuhan yang berkelanjutan dan memfasilitasi persalinan secara alamiah.
2.       Asuhan kebidanan alamiah karena holistic : merupakan gabungan dari pemahaman sosial, emosional, budaya, spiritual, psikologi dan ramifikasi fisik dari pengalaman reproduksi sehat perempuan; yg mempromosikan dan melindungi kesejahteraan perempuan; mempromosikan kepedulian terhadap kesehatan bagi keluarga dan masyarakat; meningkatkan status kesehatan bayi sejak masa kehamilan.
3.       Profesi kebidanan dinamis dalam pendekatannya; didasarkan pada integrasi dari pengetahuan yang berasal dari seni dan ilmu; dibangun dari pengalaman dan penelitian; berkolaborasi dengan tenaga kesehatan profesional lainnya.
4.       Profesi kebidanan adalah profesi yang berfokus pada promosi kesehatan perempuan. Profesi ini berpusat pada reproduksi dan seksualitas serta pemahaman perempuan sebagai individu yang sehat dan berkembang dalam siklus hidupnya
5.       Asuhan kebidanan diberikan secara fleksibel, kreatif, pemberdayaan dan supportif

Paradigma Kebidanan
• Dari kata World view = pandangan hidup
• Konsep yang mendasari paradidma adalah
1.       Manusia : menghargai martabat dan hak perempuan sebagai manusia seutuhnya
2.       Kesehatan : fokus pada pelayanan promotif dan preventif
3.       Lingkungan : dalam memberikan pelayanan peka hd budaya, rumah dan lingkungan
4.       Kebidanan : kehamilan dan persalinan sebagai normal live event

The SCIENCE AND Art of Antenatal Care
Objective
• The principle of ante natal visit
ANTENATAL CARE
      KEGIATAN PROMOTIP PREVENTIP DI BIDANG KESPRO.
      MELIBATAN SEJUMLAH BESAR MANUSIA            
      MEMBUTUHKAN PEMBIAYAAN YANG CUKUP BESAR.
    BAGAIMANA KUALITASNYA ?
• Ante natal visits as a promotive effort
• Antenatal visits as a tools for screening
• Antenatal visits as a media for families gathering.

KEBUTUHAN CUSTOMER ?
• QUALITY ?
1.       Kepuasan klien
– Demands>< supply (Product)
– Hospitality
– Price
– Place
– Promotion
2.       Standardized.
3.       Goal achievement
• SERVICE ?
1.       WHAT, Initial assessment of needs, Assessment methods, Assessment partners, Assessment reports
2.       WHERE,
3.       WHEN,
4.       WHO,
5.       HOW

METHODE
• Disesuaikan dengan kondisi :
– Provider
– Sumber daya
– Anggaran
– Policy.
• VALUE ?

PARTNER
• Analysis kebutuhan untuk pendekatan yang efektif.
• Disesuaikan dengan sosial budaya masyarakat
• Metode pemasaran social
KOMPONEN ANC YANG BEORIENTASI
TUJUAN
• Deteksi penyakit / Danger sign
• Konseling dan promosi kesehatan .
• Kesiagaan persalinan
• Kesiagaan menghadapi komplikasi

 
EVIDENCE BASED ANTENATAL CARE
KONTROVERSI PENDEKATAN
RISIKO
• Ada kelompok yang tidak merekomendasikan pendekatan risiko dengan alasan :
1.    Kasango, studi di Zaire
a.    71% ibu yang mengalami persalinan macet tidak bisa diprediksikan
b.    90% ibu yang diidentifikasi sebagai yang “beresiko” tidak pernah mengalami komplikasi

2.    Keamanan palsu – banyak ibu yang dimasukkan dalam kelompok “risiko rendah” mengalami komplikasi tetapi tidak pernah diberitahu bagaimana cara mengetahui atau cara menangani komplikasi tersebut

DETEKSI DINI PENYAKIT
1.       PENDEKATAN RISIKO
2.       PENGENALAN TANDA BAHAYA :
      5 P/6P :
1.       PERDARAHAN
2.       DEMAM
3.       PRE EKLAMPSIA
4.       PERNAPASAN SESAK
5.       PERUT SAKIT.
6.       (PERSALINAN TAK MAJU)

Manfaat Pendekatan Risiko
• Paradigma Sehat
• Cara sederhana untuk memahami risiko bahaya secara lebih dini. Something for all But more for those 
   in need in proportion to that need”
• Dengan pendekatan risiko persiapan persalinan menjadi lebih baik.
• AWAS !!!! Tidak ada kehamilan tanpa risiko.

Konseling / Prom kes
1.       Konseling yang berpusat pada klien dan berbasis usia kehamilan untuk ibu dan pasangannya untuk mendukung :
– Nutrisi dan mikronutrien.
– Istirahat dan mencegah pekerjaan fisik yang  berat.
– Tanda bahaya komplikasi dan adanya penyakit
– Keluarga Berencana.
– Penggunaan ASI
– Pencegahan malaria di daerah endemik.
– Pencegahan pemakaian alkohol dan merokok.
2.       Dukungan suami dan masyarakat.

Birth Preparedness and Complication Readiness for the Provider
      Diagnose and manage problems and complications appropriately and in a timely manner
      Arrange referral to higher level of care if needed
      Provide women-centered counseling about birth preparedness and complication readiness
      Educate community about birth preparedness and complication readiness

Complication Readiness for the Provider
      Recognize and respond to danger signs
      Establish plan and determine who is in authority to make decisions in case of emergency
      Develop plan for immediate access to funds (savings or community loan)
      Identify and plan for blood donors and donation

Pelajaran dari Pendekatan Resiko
      Setiap wanita hamil mempunyai risiko komplikasi dan harus mempunyai akses terhadap asuhan ibu bersalin yang berkualitas.
      Bahkan wanita yang masuk dalam kelompok dengan risiko rendah bisa saja mengalami komplikasi.
      Tidak ada jumlah penapisan yang bisa membedakan wanita mana saja yang akan membutuhkan asuhan kegawat daruratan dan mana saja yang tidak memerlukan asuhan semacam itu.

Yang Tidak Direkomendasikan
      Penilaian dan pemeriksaan secara rutin/ritual
Tinggi badan
Edema pergelangan kaki
Posisi janin sebelum 36 minggu
      Kunjungan Asuhan Antenatal yang mempunyai tujuan yang jelas oleh petugas kesehatan terampil
      Berfokus kepada kualitas kunjungan daripada kuantitas kunjungan


Yang Direkomendasikan Persiapan Kelahiran Termasuk Kesiapan Menghadapi Komplikasi


Mempersiapkan kelahiran normal
      Petugas kesehatan terampil
      Tempat melahirkan
      Uang
      Makanan
      Barang-barang penting
1.       Kesiapan Menghadapi Komplikasi
      Deteksi dini
      Menetapkan orang yang akan membuat keputusan
      Biaya gawat darurat
      Komunikasi
      Transportasi
      Donor darah


Yang Direkomendasikan
1.       Penyuluhan
– Tanda-tanda bahaya
– Nutrisi/makanan
– Keluarga Berencana
– ASI
– HIV/Penularan dari Ibu-ke-Anak (MTCT)
Yang Direkomendasikan untuk Pencegahan
1.       Untuk semua wanita:
– Tetanus toksoid
– Konsumsi zat besi dan folat
2.       Pada populasi tertentu:
– Malaria – pengobatan preventif secara intermiten
– Pengobatan cacing tambang secara rutin
– Pemberian yodium
– Pemberian vitamin A
 
Yang Direkomendasikan
      Pendeteksian dan penatalaksanaan penyakit dan kondisi yang dialami
– HIV – penyuluhan dan pengujian secara sukarela
– Infeksi yang ditularkan secara seksual atau sexually transmitted infections (STIs), termasuk sifilis
– Tuberkulosa
– Malaria
      Deteksi dan penatalaksanaan komplikasi
– Anemia berat
– Perdarahan vagina
– Pre-eklampsi/eklampsi
– Malpresentasi setelah 36 minggu
 
Asuhan Antenatal: Praktek-Praktek Terbaik
Tidak Direkomendasikan
1.       Melakukan banyak kunjungan rutin
2.       Pendekatan resiko tinggi
3.       Penilaian rutin :
      Tinggi badan
      Posisi janin sebelum 36 minggu
      Edema pergelangan kaki
Direkomendasikan
1.       Kunjungan antenatal terfokus oleh petugas kesehatan terampil
2.       Perencanaan persiapan kelahiran dan kesiapan menghadapi komplikasi
3.       Penyuluhan mengenai keluarga berencana, ASI, tanda-tanda bahaya, HIV/STI, dan nutrisi/makanan
4.       Deteksi dan penatalaksanaan kondisi dan komplikasi yang dialami
5.       Tetanus toksoid
6.       Zat besi dan folat
7.       Pada populasi tertentu :
      Pengobatan preventif Malaria
      Pengobatan presumtif cacing usus
      Yodium
      Vitamin A

Tidak ada komentar:

Posting Komentar