Cari Blog Ini

Senin, 18 Maret 2013

Hidrosefalus



 1.      Definisi
Hidrosefalus adalah jenis penyakit yang terjadi akibat gangguan cairan di dalam otak (cairan serebro spinal). Penyakit ini juga dapat ditandai dengan dilatasi ventrikel serebra, biasanya terjadi secara sekunder terhadap obstruksi jalur cairan serebrospinal, dan disertai oleh penimbunan cairan serebrospinal di dalam kranium; secara tipikal, ditandai dengan pembesaran kepala, menonjolnya dahi, atrofi otak, deteriorasi mental, dan kejang-kejang.

2.      Etiologi
Gangguan aliran cairan yang menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak yang selanjutnya akan menekan jaringan otak di sekitarnya, khususnya pusat-pusat syaraf yang vital. Menurut lembaga National Instutite of Neurological Disorders and Stroke (NINDS), gangguan, aliran cairan otak ada tiga jenis yaitu :
a.       Gangguan aliran akibat adanya sirkulasi
Contoh : tumor otak yang terdapat di dalam ventrikel akan menyumbat aliran cairan otak.
b.      Aliran cairan otak tidak tersumbat, tetapi sebaliknya cairan otak itu diproduksi berlebihan, akibatnya cairan otak bertambah banyak. Contoh : tumor ganas di sel-sel yang memproduksi cairan otak.
c.       Cairan otak yang mengalir jumlahnya normaldan tidak ada sumbatan tetapi ada gangguan dalam proses penyerapan cairan ke pembuluh darah balik, sehingga otomatis jumlah cairan akan meningkat.
Misalnya : bila ada cairan nanah (meningitis atau infeksi selaput otak) atau darah (akibat trauma) di sekitar tempat penyerapan.

Ketidak seimbangan anatar produksi dan penyerapan, dapat perlahan atau progresif, menyebabkan ventrikel-ventrikel tersebut melebar, kemudian menyerang bagian otak sekitarnya. Tulang tengkorak bayi dibawah umur dua tahun yang belum menutup akan memungkinkan kepala bayi membesar. Pembesaran kepala merupakan salah satu petunjuk klinis yang penting untuk mendeteksi  hidrosefalus.

 3.      Komplikasi
Hidrosefalus sebaiknya diketahui sejak dini, karena hidrosefalus akan menyebabkan komplikasi apabila tidak segera mendapatkan penanganan. Manifestasi klinis antara lain ialah :
a.       Ubun-ubun besar bayi akan melebar dan menonjol
b.      Pembuluh darah di kulit kepala akan semakin jelas
c.       Gangguan sensorik-motorik
d.      Gangguan penglihatan (buta)
e.       Gerakan bola mata terganggu (juling)
f.       Terjadi penurunan aktifitas mental yang progresif
g.      Bayi rewel, kejang, muntah-muntah, panas yang sulit dikendalikan
h.      Gangguan pada fungsi vital akibat peninggian tekanan pada ruang tenggkorak yang berupa pernafasan yang lambat, denyut nadi turun, dan naiknya tekanan darah sistolik

4.      Penanganan
NINDS menyebutkan bahwa kategori penanganan hidrosefalus adalah “life saving and life sustaining” yang berarti penyakit ini memerlukan diagnosis dini yang dilanjutkan dengan tindakan bedah secepatnya. Keterlambatan akan menyebabkan kecacatan dan kematian. Hal yang dilakukan untuk mengetahui penyakit ini antara lain adalah :
a.       Pengukuran lingkar kepala seacar serial dan teratur
Hal ini sangat penting untuk deteksi dini penyakit, karena pembesaran kepala merupakan salah satu petunjuk klinis yang penting untuk mendeteksi hidrosefalus.
b.      Foto polos kepala dan disusul dengan pemeriksaan ultrasonografi. Hal ini digunakan untuk menunjang dan melengkapi diagnosa sehingga diperlukan pemeriksaan tambahan mulai dari yang sederhana.
c.       Pemeriksaan dengan senografi
Pemeriksaan ini dapat dilakuan untik menjadi data minimal untuk menilai pelebaran ventrikel dan ketebalan jaringan otak. Jika ketebalan kurang dari 2 cm, maka nilai tindakan bedah tidak bermanfaat lagi.
d.      Pemeriksaan comuterized tomography scan (CT scan) atau magnetic resonance imaging (MRI)
Digunakan untuk mendeteksi struktur anatomi otak, dan penyebab hidrosefalus, misalnya tumor dalam rongga ventrikel yang semua itu berkaitan dengan strategi penanganan hidrosefalus.

Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menangani hidrosefalus antara lain :
a.       Menggunakan teknologi pintasan seperti silicon
Hal ini penting karena selang pintasan itu ditanam dijaringan otak, kulit, dan rongga perut dalam waktu yang lama bahkan seumur hidup penderita sehingga perlu dihindarkan efek reaksi penolakan oleh tubuh. Tindakan bedah pemasangan selan pintasan dilakukan setelah diagnosa dilengkapi dan indikasi serta syarat dipenuhi. Tindakan dilakukan terhadap penderita yang dibius otak ada sayatan kecil di daerah kepala dan dilakukan pembukaan tulang tengkorak dan selaput otak yang selanjutnya selang pintasan ventrikel dipasang, disusul kemudian dibuang sayatan kecil di daerah perut, di buka rongga perut kemudian dipasang selang pintasan rongga perut antara kedua ujung selang tersebut dihubungkan, dengan sebuah selang pintasan yang ditanam dibawah kulit sehingga tidak terlihat dari luar.
b.      Teknik neurondoskopi
Endoskopi dapat digunakan sebagai alat diagnosa dan sekaligus tindakan bedah. VRIES pada tahun 1978 menggembangkan endoskopi yang canggih, yakni sebuah selang fiber-optik yang dilengkapi peralatan bedah mikro dan sinar laser. Dengan demikian, melalui sebuah lubang dikepala, selang dipadu dengan layar televisi, dioperasikan alat bedah untuk membuka tumor yang menyumbat rongga ventrikel kepala.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar