Kebutuhan
Fisik Ibu Hamil Trimester I, II Dan III
2.1
Istirahat/
Tidur
Dengan
adanya perubahan fisik pada ibu hamil, salah satunya beban berat pada perut,
terjadi perubahan sikap tubuh. Tidak jarang ibu akan mengalami kelelahan. Oleh
karena itu istirahat dan tidur sangat penting bagi ibu hamil. Pada trimester
akhir kehamilan sering diiringi dengan bertambahnya ukuran janin sehingga
terkadang ibu kesulitan untuk menentukan posisi yang paling baik dan nyaman
untuk tidur. Posisi tidur yang dianjurkan pada ibu hamil adalah miring ke kiri,
kaki kiri lurus, kaki kanan sedikit menekuk dan diganjal dengan bantal, dan
untuk mengurangi rasa nyeri pada perut, ganjal dengan bantal pada perut bawah
sebelah kiri.
Ibu
hamil dianjurkan untuk merencanakan periode istirahat, terutama saat hamil tua.
Posisi berbaring miring dianjurkan untuk meningkatkan perfusi uterin dan
oksigenasi fetoplasental. Selama periode istirahat yang singkat, seorang
perempuan bisa mengambil posisi telentang kaki disandarkan pada tinggi dinding
untuk meningkatkan aliran vena dari kaki dan mengurangi oedema kaki serta varises vena.
Relaksasi
adalah pembebasan pikiran dan beban dari ketergantungan, yang dengan sengaja
diupayakan dan dipraktikan. Kemampuan relaksasi secara disengaja dan sadar
dapat dimanfaatkan sebagai pedoman untuk mengurangi ketidaknyamanan yang normal
sehubungan dengan kehamilan. Selain itu, relaksasi juga mengurangi stress
sehingga persepsi nyeri tidak mengganggu dan ibu masih mampu melahirkan anak.
A.
Posisi
tidur ibu hamil
1. Posisi
tidur terlentang
Setelah usia kehamilan 16 minggu ibu
hamil tidak dianjurkan terlentang. Dengan tidur terlentang, seluruh berat
uterus akan bertumpu kebelakang dan menekan vena – vena besar ( vena cava
inferior ) pada system sirkulasi yang akan menyebabkan:
-
Mengurangi aliran darah
ke jantung
-
Berkurangnya cardiac
output
-
Berkurangnya aliran
darah ke fetus
-
Menurunnya tekanan
darah yang menyebabkan wanita merasa lemah untuk bangun
-
Menyebabkan resiko
sakit pinggang dan wasir
-
Gangguan pencernaan
karena uterus tidak hanya menekan pembuluh darah tetapi juga saluran
pencernaan.
Sehingga pada usia kehamilan diatas 16 minggu dapat
diatasi dengan posisi miring kiri atau duduk
2. Posisi
tidur tengkurap
Posisi ini aman – aman saja dilakukan
oleh ibu hamil pada trimester pertama. Namun adanya pembesaran payudara dan
juga payudara yang lebih sensitive akan menimbulkan ketidaknyamanan untuk tidur
tengkurap. Ketika kehamilan sudah berusia lebih dari 14 minggu, dimana perut
sudah mulai membesar hal ini akan membuat posisi tidur tengkurap menjadi sangat
tidak nyaman.
3. Posisi
miring
Setelah usia kehamilan 16 minggu lebih,
posisi tidur yang dianjurkan adalah miring kiri. Dengan posisi miring kiri maka
:
a. bayi
mempunyai kesempatan untuk mendapatkan aliran darah dan nutrisi yang maksimal
ke plasenta, karena vena cava inferior tidak tertekan oleh rahim sehingga dapat
mengembalikan darah dari tubuh bagian
bawah ke jantung.
b. Dapat
membantu ginjal membuang sisa produksi
dan cairan dari tubuh ibu sehingga mengurangi pembengkakan pada kaki,
pergelangan kaki dan tangan.
Posisi miring kanan pun baik
dilakukan untuk mengganti posisi miring kiri agar tidur ibu hamil lebih nyaman.
Untuk posisi tidur miring agar lebih nyaman, dapat menaruh bantal diantara
dengkul ibu dan satu buah bantal di punggung ibu.
B.
Pada
ibu hamil biasanya sering terjadi gangguan atau kesulitan tidur yang disebabkan
oleh beberapa faktor, antara lain :
-
Faktor stressor
-
Frekuensi miksi
-
Ketidaknyamanan
trimester 1,2 dan 3
-
Perubahan fisik
-
Kesulitan posisi
-
Gerakan janin
-
Kram kaki atau
pegal-pegal
C.
Hal-
hal tersebut diatas dapat diatasi dengan :
a. Menarik
nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan secara teratur
b. Minum
lebih banyak pada siang hari dan sedikit pada malam hari. Pada saat buang air
kecil dapat mencondongkan dada ke depan dapat mengkosongkan kandung kemih yang
maksimal
c. Hindari
berdiri atau duduk terlalu lama dengan posisi kaki menyilang, dan disarankan
untuk sesekali memutar pergelangan kaki dan tumit saat ibu hamil duduk.
d. Mengatur
posisi tidur yang nyaman
e. Saat
memasuki trimester 3, duduklah dengan mengganjal pinggang dengan bantal
f. Minumlah
segelas susu hangat sebelum tidur
g. Tekuk
semua persendian dan pejamkan mata
h. Lemaskan
semua otot-otot tubuh, termasuk otot-otot wajah
i.
Lakukan pernafasan
secara teratur dan berirama
j.
Pusatkan pikiran pada
irama pernafasan atau pada hal-hal yang menyenangkan
k. Apabila
pada saat itu keadaan menyilaukan atau gaduh, tutup mata dengan sapu tangan dan
tutup telinga dengan bantal
Waktu terbaik untuk melakukan relaksasi
adalah tiap hari setelah makan siang, pada awal istirahat sore, serta malam
sewaktu tidur. Ada beberapa posisi relaksasi yang dapat dilakukan selama dalam
keadaan istirahat atau selama proses persalinan.
a) Posisi
relaksasi/tidur dengan telentang
Berbaring
telentang, kedua tungkai kaki lurus dan terbuka sedikit, kedua lengan rileks di
samping. Di bawah lutut dan kepala diberi bantal. Pejamkan mata, lemaskan
seluruh tubuh, tenang dan lakukan pernafasan yang teratur dan berirama.
b) Posisi
relaksasi dengan berbaring miring
Berbaring
miring, kedua lutut dan kedua lengan ditekuk, di bawah kepala diberi bantal dan
di bawah perut pun sebaiknya diberi bantal, agar perut tidak menggantung.
Pejamkan mata, tenang dan atur pernafasan dengan teratur dan berirama.
c) Posisi
relaksasi dalam keadaan berbaring telentang
Kedua
lutut ditekuk, berbaring telentang, kedua lengan di samping telinga, tutuplah
mata dan tenang. Posisi ini dapat dilakukan selama akhir kala I.
d) Posisi
relaksasi dengan duduk
Duduk
membungkuk, kedua lengan di atas sandaran kursi atau di atas tempat tidur. Jika
duduk, menghadaplah ke tempat tidur. Kedua kaki tidak boleh menggantung. Posisi
ini dapat dilakukan selama kala I, sebelum naik ke tempat persalinan.
Keempat
posisi tersebut di atas dapat dipergunakan selama ada his dan pada saat itu,
Anda harus mampu mengonsentrasikan diri pada irama pernafasan atau pada sesuatu
yang menenangkan. Sangat dianjurkan untuk tidak memerhatikan nyeri.
Meskipun
dalam keadaan hamil, ibu masih membutuhkan rekreasi untuk menyegarkan pikiran
dan perasaan, misalnya dengan mengunjungi objek wisata atau pergi ke luar kota.
Hal-hal yang
dianjurkan apabila ibu hamil bepergian adalah sebagai berikut :
a. Hindari
pergi ke suatu tempat yang ramai, sesak dan panas, serta berdiri terlalu lama
di tempat tersebut karena akan menimbulkan sesak nafas sampai akhirnya jatuh
pingsan (syncope).
b. Apabila
bepergian selama kehamilan, duduk dalam jangka waktu lama harus dihindari
karena dapat menyebabkan peningkatan resiko bekuan darah vena dalam (deep vein
thrombosis) dan trombof lebitis selama kehamilan.
c. Perempuan
hamil boleh mengendarai mobil maksimal 6 jam dalam sehari dan harus berhenti
selama 2 jam.
d. Duduk
dalam jangka waktu lama di mobil atau pesawat terbang.
e. Sabuk
pengaman sebaiknya selalu dipakai, sabuk tersebut diletakkan di bawah perut
ketika kehamilan sudah besar.
2.2
Persiapan
Laktasi
Payudara
perlu dipersiapkan sejak sebelum bayi lahir sehingga dapat segera berfungsi
dengan baik pada saat diperlukan. Pengurutan payudara untuk mengeluarkan sekresi
dan membuka sinus duktus laktiferus, sebaiknya dilakukan secara hati-hati dan
benar, karena pengurutan keliru bisa dapat menimbulkan kontraksi pada rahim,
sehingga terjadi kondisi pada uji kesejahteraan janin menggunakan uterotonika.
Basuhan lembut setiap hari pada areola dan putting susu akan dapat mengurangi
retak dan lecet pada area tersebut. Untuk sekresi yang mengering pada putting
susu, lakukan pembersihan dengan menggunakan serin dan alcohol. Karena payudara
menegang, sensitive, dan menjadi lebih besar, sebaiknya digunakan penopang
payudara yang sesuai (brassiere).
A.
Tujuan
persiapan laktasi
Adalah agar
setelah melahirkan ibu dapat memberikan ASI secara optimal kepada bayinya.
Persiapan pembentukan ASI sudah dimulai sejak awal kehamilan. Sejak usia kehamilan
12 minggu keatas dari putting susu dapat keluar cairan berwarna putih agak
jernih, yang disebut Colostrum
B.
Faktor-faktor
yang menentukan keberhasilan proses laktasi
-
Factor nutrisi
-
Factor Psikologis ibu
-
Factor anatomi payudara
C.
Persiapan
dan Pembinaan yang dapat dilakukan agar proses laktasi berjalan dengan baik,
yaitu :
-
Persiapan mental
mencapai keteguhan tekad ibu untuk menyusui bayinya
-
Penyukuhan tentang
manfaat dan keuntungan ASI serta aspek – aspek lain tentang menyusui dan
laktasi
-
Perawatan payudara
untuk ibu hamil
-
Nutrisi ibu hamil
D.
Tujuan
perawatan payudara ibu hamil
-
Memelihara kebersihan
payudara
-
Melenturkan dan
menguatkan putting susu
-
Mengeluarkan putting
susu
-
Mempersiapkan produksi
ASI
E.
Prinsip
perawatan payudara pada kehamilan, yaitu dengan:
-
Dikerjakan secara
sistematis
-
Menjaga kebersihan sehari-hari
-
Nutrisi yang baik
selama kehamilan
-
Memakai BH yang
menopang payudara
-
Pada tahap akhir
kehamilan, cobalah untuk memijat lembut areola, untuk membantu membuka saluran
air susu.
2.3 Memantau Kesejahteraan Janin
A.
Pengertian memantau kesejahteraan janin
Memantau kesejahteraan janin adalah
mengawasi, menyelidiki, menentukan apakah janin dalam keadaan sehat atau tidak.
B.
Tujuan memantau kesejahteraan janin
Tujuan memantau kesejahteraan janin adalah
untuk mendeteksi dini ada tidaknya factor resiko bagi terjadinya kematian perinatal ( Hipoksia, gangguan pertumbuhan
dll ).
C.
Cara
pemantauan kesejahteraan janin
1. Menghitung
Gerakan Janin / Fetal Movement Counting
(FMC)
Gerakan
janin dapat dipengaruhi oleh beberapa factor seperti :
-
Waktu
-
Usia kehamilan
-
Peningkatan
kadar glukosa
-
Stimulus suara
-
Ibu yang merokok
-
Penggunaan obat-obat
tertentu
Menghitung gerakan janin merupakan tekhnik merupakan
tekhnik pemantauan kesejahteraan janin yang paling sederhana dan mudah
diterapkan kepada kelompok wanita secara luas. Pemantauan gerakan janin dapat
dilakukan mulai usia kehamilan 28 minggu, karena gerakan janin sudah teratur
dan kuat.
a. Keuntungan : Murah, sederhana, mudah dilakukan oleh
klien dirumah.
b. Kendala : Memerlukan kesadaran, Kerelaan dan
kemauan ibu
c. Prinsip
memantau Kesejahteraan Janin :
-
Lakukan penghitungan
setiap hari
-
Lakukan dalam waktu
yang sama setiap hari (kapan ibu punya waktu dan bayi bergerak aktif)
-
Catat berapa lama waktu
yang dibutuhkan untuk mencapai sepuluh gerakan.
-
Gerakan tidak kurang
dari sepuluh gerakan dalam sepuluh jam
d. Metode
FMC
-
Letakkan 10 uang logam,
kancing, manic atau benda lainnya kedalam mangkuk
-
Siapkan mangkuk kosong
lainnya
-
Masukkan sebuah uang
logam atau benda lain yang digunakan untuk setiap gerakan bayi.
e. Ibu
hamil perlu mengetahui tentang pengawasan pergerakan janin, yaitu :
-
Pergerakan janin akan
bertambah setelah makan
-
Pergerakan ibu akan
membuat pergerakan janin lebih aktif
-
Janin yang normal akan
tidur kurang lebih 20 menit
-
Selama 2-3 minggu
sebelum lahi, aktifitas janin akan berkurang.
2. Pengukuran
Tinggi Fundus Uteri (TFU)
Cara ini akurat
bila dilakukan setelah usia kehamilan 24 minggu. TFU dilakukan dengan
menggunakan pita ukur/metlin. Setiap minggu diharapkan terdapat kenaikan TFU
sebanyak 1 cm. sedangkan untuk usia kehamilan kurang dari 20 minggu dapat
dilakukan dengan palpasi Leopold.
Pada pengukuran
TFU kadang-kadang ditemukan ketidaksesuaian antara TFU dengan usia kehamilan,
dapat lebih besar atau lebih kecil.
Kemungkinan
beberapa penyebab TFU lebih besar dari usia kehamilan :
a. Kehamilan
ganda
b. Polihidramion
c. Makrosomia
d. Molahidatidosa
e. Tumor
yang menyertai kehamilan
Kemungkinan beberapa penyebab TFU lebih kecil dari
usia kehamilan :
a. Gangguan
pertumbuhan janin
b. Kelainan
bawaan
c. Oligohydramnion
3. Auskultasi
Detak Jantung Janin (DJJ)
Dengan
mendengarkan DJJ kita dapat mengetahui apakahjanin dalam keadaan sehat atau
tidak. Untuk mendengarkan DJJ dapat menggunakan stetoskop monoaural / Leannec
pada usia kehamilan 18-20 minggu. Atau Doppler setelah 12 minggu. Dalam
trimester akhir DJJ dapat terdengar lebih jelas. DJJ normal 110-160 x/menit
(Myles), dan 100 – 180 (SPK, Depkes).
Selain itu juga perhatikan iramanya : Reguler atau irruguler.
4. Ultrasonografi
(USG)
Secara umum USG
dapat digunakan untuk menilai :
a. Taksiran
usia kehamilan / persalinan
b. Tempat
implantasi plasenta
c. Pengawasan
tumbuh kembang dan pergerakan janin
d. Deteksi
kehamilan ganda
e. Deteksi
kelainan bawaan
5. Amnioskopi
atau Amniosintesis
Amniokopi
yaitu suatu pemeriksaan yang menggunakan teropong yang disebut Amnioskop.
Tujuannya yaitu untuk melihat cairan ketuban , air ketuban normal berwarna
tampak putih atau keputihan, bila terdapat mekonium (BAB pertama pada bayi baru
lahir) dalam air ketuban kemungkinan janin mengalami hipoksia.
Sedangkan
Amniosintesis adalah tindakan
menghisap cairan ketuban dari rahim melalui abdomen dengan tujuan menganalisa
cairan tersebut.
6. Kardiotokografi
(CTG)
Pemantauan ini dilakukan dengan
menggunakan alat yang disebut kardiotokograf
Dasar Kerja CTG
adalah gelombang ultrasound untuk mendeteksi denyut jantung janin,
tokodynamometer untuk mendeteksi kontraksi uterus. Kemudian keduanya direkam
pada kertas yang sama sehingga terlihat gambatran keadaan DJJ dan kontraksi
uterus dalam waktu yang sama.
Ada
dua macam tes yang dapat dilakukan dengan CTG, yaitu :
a. Non
stress Test (NST)
Dengan cara
elektroda ditempelkan diperut ibu, yang dihubungkan dengan monitor, sehingga
setiap ada gerakan janin akan muncul suatu grafik yang akan muncul di layar
monitor.
Tes ini tidak
disertai dengan kontraksi. Hasil tes dinyatakan dengan istilah
“ reaktif” atau
negative yang berarti normal dan “ non reactive yang menunjukan adanya gangguan
fungsi plasenta.
b. Contraction
stress test (CST)
Yaitu melakukan tes
bersamaan dengan menimbulkan kontraksi uterus dengan pemberian oksitosin atau
perangsangan putting susu.
Kesejahteraan janin dalam kandungan
perlu dipantau secara terus-menerus agar bila ada gangguan kandungan akan bisa
segera terdeteksi dan ditangani. Salah satu indicator kesejahteraan janin yang
dapat dipantau sendiri oleh ibu adalah gerakannya dalam 24 jam. Gerakan janin
dalam 24 jam minimal sebanyak 10 kali. Gerakan ini dirasakan dan dihitung oleh
ibu sendiri yang dikenal dengan menghitung
gerakan 10.
D.
Evaluasi
kesejahteraan janin yang kontinyu
Evaluasi
kesejahteraan janin yang kontinyu selama kala II persalinan adalah lanjutan
evaluasi kesejahteraan janin selama kala I persalinan, termasuk evaluasi hal
berikut :
a. Kenormalan
letak, presentasi, perilaku, dan variasi janin
b. Adaptasi
janin terhadap pelvis (sinklitismus/asinklitismus, moulage tengkorak janin,
pembentukan kaput sukedaneum).
c. Frekuensi
dan pola DJJ
d. Evaluasi
kenormalan kemajuan yang terjadi dalam mekanisme persalinan normal
Pada a, b dan d ditentukan pada
saat pemeriksaan vagina. Kenormalan kemajuan yang terjadi dalam mekanisme
persalinan dievaluasi dengan memperhatikan kemajuan janin melewati pelvis
(engagement dan penurunan) dan gerakan memutar janin yang utama (fleksi dan
rotasi internal) seperti yang ditunjukan dengan perubahan posisi (variasi)
kepala janin sebelum kelahiran.
2.4
Travelling
(perjalanan)
Berikut
ini ada beberapa tips untuk ibu hamil yang akan melakukan perjalanan :
a. Selalu
berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan perjalanan atau bepergian, terutama
dalam jarak jauh
b. Jangan
bepergian dengan perut kosong, apalagi jika sedang mengalami morning sickness
c. Bawalah
beberapa cemilan untuk mencegah mual
d. Bawalah
segala yang anda butuhkan sehingga akan mudah mengambilnya
e. Bawalah
minuman atau jus
f. Jika
berencana bepergian dengan pesawat terbang, periksa dahulu beberapa perusahaan
penerbangan karena mereka mempunyai peraturan khusus untuk perempuan hamil,
terutama bila kehamilan sudah mencapai 7 bulan.
g. Jika
bepergian dengan pesawat terbang, lakukan check in lebih awal (datang lebih
cepat) dan mintalah tempat yang memiilki ruangan lebih luas seperti di dekat
pintu darurat atau tempat duduk dekat jalan diantara tempat duduk sehingga
dapat meletakkan kaki secara leluasa dan bisa ke toilet dengan lebih mudah
1.
Ibu
hamil yang bepergian dengan pesawat terbang harus mempertimbangkan beberapa
hal, yaitu :
-
Kondisi kesehatan
-
Usia Kehamilan
-
Jadwal control
kehamilan
-
Tempat tujuan dan
kegiatan
-
Penyakit- penyakit
local
-
Fasilitas kesehatan
setempat
2.
Izin
terbang untuk ibu hamil
-
Ibu hamil membawa surat
dokter yang menerangkan tahap kehamilan dan tanggal perkiraan persalinan
-
Berbadan sehat, tidak
mempunyai riwayat partus prematurus, usia kehamilan tidak lebih dari 32 minggu
3.
Ketinggian
penerbangan
Sebaiknya tidak
melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat terbang bila mengalami anemia
selama hamil karena tipisnya kandungan oksigen dalam pesawat dan anemia yang
diderita dapat membuat ibu hamil dan janin kekurangan oksigen.
Ibu duduk
dilorong / dekat gang agar ibu mudah keluar, setiap 2 jam sekali ibu bangun dan
berjalan-jalan dan minum yang cukup untuk menghindari dehidrasi.
h. Bila
bepergian dengan mobil sendiri, anda akan mempunyai waktu leluasa, sehingga
dapat beristirahat saat diperlukan. Saat duduk di dalam mobil, angkatlah kaki
lebih tinggi, dan minta berhenti beberapa saat bila kaki terasa keram.
Berjalan-jalanlah sebentar untuk membantu memperlancar sirkulasi darah
Ibu
hamil tetap bisa mengendarai mobil sendiri sampai ukuran perutnya sudah cukup
besar dan menyentuh setir mobil, biasanya pada usia sekitar 7 bulan. Bila
merasa tidak dapat berkonsntrasi dengan baik saat mengendarai mobil sebaiknya
anda berhenti mengendarai mobil
Selalu
gunakan sabuk pengaman dibagian bawah perut selama berkendara.
i.
Perjalanan dengan kapal
laut sebaiknya tidak dilakukan karena dapat mengakibatkan gastrointestinal
j.
Hindari bepergian
kedaerah endemik
2.5
Imunisasi
Imunisasi
selama kehamilan sangat penting dilakukan untuk mencegah penyakit yang bisa
menyebabkan kematian ibu dan janin. Jenis imunisasi yang diberikan pada ibu
hamil diantaranya, yaitu :
1.
Tetanus
Toxoid (TT) yang dapat mencegah penyakit
tetanus. Imunisasi TT pada ibu hamil harus terlebih dahulu ditentukan status
kekebalan atau imunisasinya.
-
Ibu hamil yang belum
mendapatkan imunisasi maka statusnya T0
Selama kehamilan
bila ibu hamil statusnya T0 maka hendaknya mendapatkan minimal 2 dosis (TT 1
dan TT 2 dengan interval 4 minggu dan bila memungkinkan untuk mendapatkan TT3
sesudah 6 bulan berikutnya)
-
Ibu hamil dengan status
T1 diharapkan mendapat suntikan TT2 bila memungkinkan diberikan TT3 dengan
interval 6 bulan
-
Jika telah mendapatkan
dua dosis dengan interval minimal 4 minggu atau pada masa balitanya telah
memperoleh imunisasi DPT sampai 3 kali maka statusnya adalah T2.
Bagi
bumil dengan status T2 maka bisa diberikan 1 kali suntikan bila interval
suntikan sebelumnya lebih dari 6 bulan
-
Bila telah mendapat
dosis TT yang ketiga (interval minimal 6 bulan dari dosis kedua) maka statusnya
T3.
Bila
statusnya T3 maka suntikan selama hamil cukup sekali dengan jarak minimal 1
tahun dari suntikan sebelumnya.
-
Status T4 didapat bila
telah mendapatkan 4 dosis (interval minimal 1 tahun dari dosis ketiga).
Ibu
hamil dengan status T4 dapat diberikan sekali suntikan (TT5) bila suntikan
terakhir telah lebih dari setahun
-
Status T5 didapatkan
bila 5 dosis telah didapat (interval minimal 1 tahun dari dosis keempat).
Bagi
ibu hamil dengan statusnya T5 tidak perlu disuntik TT lagi karena telah
mendapatkan kekebalan seumur hidup (25 tahun)
Walaupun tidak hamil maka bila
wanita subur belum mencapai status T5 diharapkan mendapatkan dosis TT hingga
tercapai status T5 dengan interval yang ditentukan. Hal ini penting untuk
mencegah terjadinya tetanus pada bayi yang akan dilahirkan dan keuntungan bagi
wanita untuk mendapatkan kekebalan aktif terhadap tetanus (long life card).
Status
|
Jenis Suntikan
TT
|
Interval Waktu
|
Lama Perlindungan
|
Persentase
Perlindungan
|
T0
|
Belum pernah mendapat
suntikan TT
|
|||
T1
|
TT1
|
3th
|
80
|
|
T2
|
TT2
|
4 minggu dari TT1
|
5th
|
95
|
T3
|
TT3
|
6 bulan dari TT2
|
10th
|
99
|
T4
|
TT4
|
Minimal 1th dari TT3
|
99
|
|
T5
|
TT5
|
3th dari TT4
|
Seumur hidup
|
2.
Imunisasi
Influenza
Diberikan
terutama pada musim influenza bagi wanita hamil yang hamil diatas 14 minggu
kehamilan. Dosis yang diberikan 0,5 ml IM, jika diperlukan berikan pada waktu
bersamaan dengan vaksin pneumococcus. Vaksin pneumococcus diberikan setiap 10
tahunpada daerah yang beresikodengan dosis 0,5 sub kutan / IM.
2.6
Mobilisasi,
body mekanik, pekerjaan
1. Mobilisasi,
Body Mekanik
Perubahan
tubuh yang paling jelas adalah tulang punggung bertambah lordosis, karena
tumpuan tubuh bergeser lebih ke belakang dibandingkan sikap tubuh ketika tidak
hamil. Keluhan yang sering muncul dari
perubahan ini adalah rasa pegal di punggung dan keram kaki ketika tidur malam. Untuk mencegah dan mengurangi keluhan ini,
dibutuhkan sikap tubuh yang baik.
a. Pakailah
sepatu dengan hak yang rendah/tanpa hak dan jangan terlalu sempit
b. Posisi
tubuh saat mengangkat beban, yaitu dalam keadaan tegak lurus dan pastikan beban terfokus pada lengan
c. Tidur
dengan posisi kaki ditinggikan
d. Duduk
dengan posisi duduk tegak
e. Hindari
duduk atau berdiri terlalu lama (ganti posisi secara bergantian untuk
mengurangi ketegangan otot)
Pada
saat kehamilan tubuh akan membesar, sendi-sensi mengendur dan ligament melunak
karewna adanya hormone kehamilan sehingga mudah terkilir, jatuh dan terjadi
ketidaknyamanan.
Akibat
hal tersebut ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam kegiatan
sehari-hari yang menyangkut body mekanik ibu pada masa kehamilan, yaitu:
1.
Sikap tubuh yang baik
Selam
hamil, ibu harus menjaga sikap tubuh yang baik. Karena berat badan bayi dalam
kandungan menarik tubuh kedepan sehingga ibu cenderung mendorong tubuh
kebelakang supaya seimbang, terutama semester akhir.
2. Bangun
Berbaring
terlebih dahulu, kemudian miringkan tubuh, bersandarlah pada salah satu sikut
silangkan kaki atas kedepan,kaki kebawah. Tahan tubuh dengan kedua tangan saat
akan berlutut. Duduk tegak dan punggung lurus. Gunakan kekuatan paha untuk
mengangkat tubuh,tetapi punggung tetap lurus.
3. Pekerjaan
dilantai
Lakukan sebanyak
mungkin pekerjaan dilantai. Berlutut lebih baikdaripada membungkuk agar
terhindar dari cedera punggung.
4. Mengangkat
dan membawa sesuatu
Bila mengangkat
sesuatu yang berat, tekuk lutut, tahan punggung seluruh mungkin dan tarik barang
sedekat mungkin dengan tubuh, angkat perlahan gunakan kekuatan otot kaki dan
paha.
5. Berjongkok
a. Jongkok
dengan bantuan
Berdirilah
menghadap kursi dengan kaki agak kebuka, punggung tetap lurus, buka kaki dan
berjongkoklah. Tahan posisi ini selama ibu merasa nyaman.
b. Jongkok
tanpa bantuan
Luruskan
punggung, buka kaki dan berjongkoklah dengan tumit menempel pada lantai, tarik
paha bagian dalam dengan menekan siku.
6. Duduk
Duduk
dilantai: duduklah dengan punggung dan bahu
tegak, kaki terbuka lebar.
Duduk
dikursi : saat makin gemuk, duduk dikursi makin
nyamandaripada di sofa, karena mudah untuk bangun, jika butuh ganjalan taruh
selimut atau bantal dibawah punggung.
7. Berjalan
Kepala tegak,
punggung tegak, dan panggul ditarik.
2. Pekerjaan
Perempuan hamil tetap boleh bekerja
namun aktivitas yang dijalankan tidak boleh terlalu berat. Istirahat untuk perempuan hamil dianjurkan
sesering mungkin. Seorang perempuan
hamil disarankan untuk menghentikan aktivitasnya apabila mereka mereka
merasakan gangguan kehamilan. Menurut
undang-undang perburuhan, perempuan hamil berhak mendapatkan cuti 1,5 bulan
sebelum bersalin dan 1 ,5 setelah melahirkan.
Pada perempuan yang bekerja
dianjurkan untuk segera ke dokter apabila terjadi perdarahan dari kemaluan atau
kram hebat di perut. Pada minggu-minggu
akhir kehamilan, tanda-tanda permulaan persalinan harus diketahui ibu hamil,
sehingga keluarga akan lebih waspada apabila muncul tanda-tanda tersebut.
3
Senam hamil/exercise
Senam
hamil bukan merupakan suatu keharusan. Namun, dengan melakukan senam hamil akan
banyak member manfaat dalam membantu kelancaran proses persalinan, antara lain
dapat melatih pernapasan, relaksasi, menguatkan otot-otot panggul dan perut,
serta melatih cara meneran yang benar.
A.
Tujuan
senam hamil
yaitu
memberi dorongan serta melatih jasmani dan rohani ibu secara bertahap, agar ibu
mampu menghadapi persalinan dengan tenang, sehingga proses persalinan dapat
berjalan lancer dan mudah.
B.
Manfaat
senam hamil secara teratur dan terukur:
a.
Memperbaiki sirkulasi
darah
b.
Mengurangi pembengkakan
c.
Memperbaiki
keseimbangan otot
d.
Mengurangi resiko
gangguan gastro intestinal termasuk sembelit
e.
Mengurangi kram/ kejang
kaki
f.
Menguatkan otot perut
g.
Mempercepat proses
penyembuhan setelah melahirkan
C.
Pedoman
keselamatan senam hamil
-
Boleh melanjutkan semua
bentuk senam dalam kehamilan yang terbiasa
dilakukan oleh seorang wanita
-
Minum yang cukup
sebelum, selama dan sesudah melakukan senam hamil
-
Hindari senam jika
terjadi : perdarahan, tanda persalinan premature, serviks inkompeten dan demam.
-
Senam ringan hingga
sedang dapat dilakukan 3x seminggu dan teratur.
-
Hindari senam
terlentang dengan kaki lurus, melompat atau menyentak
-
Jangan meregangkan otot
hingga melampaui resistensi maksimum
-
Warming up dan cooling
down dilakukan secara berangsur-angsur
-
Bangkit dari
lantaihendaknya secara berangsur-angsuruntuk menghibdari hipotensia osthostatis
Senam
hamil pada kehamilan normal dilakukan atas nasihat dari dokter/ bidan, dan
dapat dimulai pada kehamilan kurang dari 16-38 minggu. Ibu hamil bisa mengikuti
kelas senam hamil yang disediakan di fasilitas kesehatan dengan instruktur yang
bersertifikat. Pelaksanaan senam sedikitnya seminggu sekali dan menggunakan
pakaian yang sesuai dan longgar. Lakukan selalu pemanasan dan pendinginan
setiap kali senam. Intensitas senam harus disesuaikan dengan kondisi tubuh.
Bila di lantai, gunakan kasur atau matras saat melakukan senam. Jangan mendadak
berdiri saat usai senam, tetapi secara perlahan untuk menghindari pusing.
Beberapa
gerakan senam hamil yang dianjurkan adalah sebagai berikut:
1. Gerakan
pengencangan abdomen dengan teknik tidur telentang atau miring, lutut ditekuk,
tangan di perut. Saat mengeluarkan napas, tarik otot-otot abdomen hingga
paru-paru kempis.
2. Gerakan
pemiringan panggul. Tidur telentang, lutut ditekuk. Gulingkan panggul dengan
meratakan punggung bawah ke lantai, sambil meniadakan rongga. Susutkan
otot-otot abdomen pada saat mengeluarkan napas dan kencangkan bokong. Tahan
selama tiga hitungan yang panjang kemudian lepaskan.
3. Goyang
panggul. Latihan ketiga adalah variasi dari latihan kedua. Posisi merangkak,
tarik masuk perut dan bokong, tekan dengan punggung bagian bawah sambil membuat
gerakan punggung kucing yang bundar. Jangan biarkan tulang punggung mengendur.
Miringkan panggul ke samping bolak-balik, ini adalah variasi yang dikenal
dengan sebutan mengibas-ibaskan ekor.
4. Teknik
gerakan keempat adalah senam Kegel untuk dasar panggul. Lakukan minimal 100
kali sehari. Untuk menghubungkan set otot ini, lakukan gerakan seolah-olah Anda
sedang buang air kecil kemudian menahannya sekuat mungkin atau menghentikan
alirannya di tengah-tengah. Cara lain yang bisa dilakukan yaitu, dengan
membayangkan bahwa dasar panggul Anda adalah sebuah elevator. Secara perlahan
Anda naik ke lantai dua, kemudian ke lantai tiga, dan seterusnya, lalu turun
kembali.
5. Gerakan
menekuk. Pada latihan selanjutnya ada tiga gerakan yaitu sebagai berikut:
a. Tidur
telentang, lutut dinaikan
b. Panggul
dimiringkan ke belakang sambil memegang kedua sisinya. Dekatkan dagu ke dada,
hembuskan napas, bungkukan ke depan kira-kira 20 cm atau 450. Tahan
dalam posisi tersebut sambil terus bernapas. Perlahan kembali ke posisi semula.
c. Lekukkan
kaki secara diagonal, ini merupakan variasi lain. Gerakan ini dilakukan
terutama jika ada pemisahan dari otot-otot rectum. Caranya sama seperti gerakan
sebelumnya tetapi pada lekukan ke depan, tegakkan miring dengan lengan
terbentang ke arah lutut yang berlawanan.
6. Bridging
atau mempertemukan (untuk postur, abdomen dan kenyamanan). Latihan ketujuh ini
bertujuan untuk kenyamanan dan postur tubuh dalam keadaan baik. Langkah
–langkah dalam melakukan teknik tersebut adalah sebagai berikut:
a. Tidur
telentang dengan kaki di atas bangku yang rendah, diujung tempat tidur atau di
atas meja
b. Susutkan
dinding perut, secara perlahan naikkan pinggul dari lantai sehingga badan dan
kaki berada dalam satu garis lurus. Jangan melengkungkan badan ke belakang dan
ingat untuk bernapas.
c. Variasi
senam yang bisa dilakukan adalah lutut menekuk dan kaki di atas lantai, dengan
urutan satu lutut menekuk dan lainnya lurus sejajar dengan paha tidak lebih
tinggi, kemudian hembuskan napas saat Anda mengangkat kaki.
7. Gerakan
kaki menekuk dan meregang. Teknik pada latihan ini adalah kaki dinaikan atau
kaki pada lutut. Tekukan pergelangan, sedapat mungkin naikkan jari kaki,
kemudian arahkan ke bawah, sambil menekukan kaki. Kemudian putar pergelangan
dengan lingkaran yang besar dan perlahan, mula-mula ke satu arah, kemudian ke
arah yang berlawanan.
8. Gerakan
peregangan otot betis. Teknik latihan ini adalah dengan posisi berdiri,
sandarkan tubuh ke depan kea rah dinding dengan satu kaki di belakang, kaki
rata di lantai. Secara perlahan bongkokan lutut ke depan, bernapas perlahan
saat otot betis meregang.
9. Gerakan
bahu memutar dan lengan merentang. Teknik latihan ini dengan duduk, angkat
tangan, tekuk siku, lalu letakkan tangan di bahu. Angkat lengan dan putarkan
lengan dengan lingkaran kedua arah. Kemudian angkat lengan lurus tinggi di atas
kepala, dan secara bergantian anngkat masing-masing semakin tinggi dan semakin
tinggi (seakan memetik buah apel dari pohon yang tinggi). Latihan ini juga bisa
dilakukan sambil berdiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar