Malaria
Malaria adalah penyakit yang menyerang manusia,
burung, kera dan primata lainnya, hewan melata dan hewan pengerat, yang
disebabkan oleh infeksi protozoa dari genus Plasmodium dan mudah dikenali dari
gejala meriang (panas dingin menggigil) serta demam berkepanjangan.
Penyebab
Malaria adalah penyakit yang dapat bersifat cepat
maupun lama prosesnya, malaria disebabkan oleh parasit malaria / Protozoa genus
Plasmodium bentuk aseksual yang masuk kedalam tubuh manusia ditularkan oleh
nyamuk malaria ( anopeles ) betina ( WHO 1981 ) ditandai dengan deman, muka
nampak pucat dan pembesaran organ tubuh manusia. Parasit malaria pada manusia
yang menyebabkan Malaria adalah Plasmodium falciparum, plasmodium vivax,
plasmodium ovale dan plasmodium malariae.Parasit malaria yang terbanyak di
Indonesia adalah Plasmodium falciparum dan plasmodium vivax atau campuran
keduanya, sedangkan palsmodium ovale dan malariae pernah ditemukan di Sulawesi,
Irian Jaya dan negara Timor Leste.
Gejala
Gejala tiap-tiap jenis biasanya berupa meriang,
panas dingin menggigil dan keringat dingin. Dalam beberapa kasus yang tidak
disertai pengobatan, gejala-gejala ini muncul kembali secara periodik. Jenis
malaria paling ringan adalah malaria tertiana yang disebabkan oleh Plasmodium
vivax, dengan gejala demam dapat terjadi setiap dua hari sekali setelah gejala
pertama terjadi (dapat terjadi selama 2 minggu setelah infeksi).
Demam
rimba (jungle fever ), malaria aestivo-autumnal atau disebut juga malaria
tropika, disebabkan oleh Plasmodium falciparum merupakan penyebab sebagian
besar kematian akibat malaria. Organisme bentuk ini sering menghalangi jalan
darah ke otak, menyebabkan koma, mengigau, serta kematian. Malaria kuartana
yang disebabkan oleh Plasmodium malariae, memiliki masa inkubasi lebih lama
daripada penyakit malaria tertiana atau tropika; gejala pertama biasanya tidak
terjadi antara 18 sampai 40 hari setelah infeksi terjadi. Gejala tersebut
kemudian akan terulang kembali setiap 3 hari. Jenis ke empat dan merupakan
jenis malaria yang paling jarang ditemukan, disebabkan oleh Plasmodium ovale
yang mirip dengan malaria tertiana.
Perawatan
Selalu
lakukan pemeriksaan secara legaartis, yang tdd :
Anamnesis secara lengkap (allo dan/ auto anamnesis
bila memungkinkan)
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan laboratorium : parasitologi,
darah tepi lengkap, uji fungsi hati, uji fungsi ginjal dll untuk
mendukung/menyingkirkan diagnosis/komplikasi lain, misal : lumbalpunksi, foto
thoraks, dan lain-lain.
Penatalaksanaan malaria berat
secara garis besar mempunyai 3 komponen penting yaitu :
1. Terapi
spesifik dengan kemoterapi anti malaria.
2. Terapi supportif (termasuk perawatan umum dan pengobatan
simptomatik pemberian analog enzim SOD untuk menetralisir radikal bebas http://www.kkniwanasod.com/kksod_pengetahuan.html)
Pengobatan terhadap komplikasi
Pada setiap penderita malaria
berat, maka tindakan yang dilakukan di puskesmas sebelum dirujuk adalah :
A. Tindakan umum
B. Pengobatan simptomatik
C.
Pemberian anti malaria pra rujukan : dosis I Kinin antipirin 10 mg/KgBB IM
(dosis tunggal)
A. Tindakan umum ( di tingkat Puskesmas ) :
Persiapkan penderita malaria berat
untuk dirujuk ke rumah sakit/fasilitas pelayanan yang lebih tinggi, dengan cara
:
·
Jaga jalan nafas dan mulut untuk menghindari
terjadinya asfiksia, bila diperlukan beri oksigen (O2)
·
Perbaiki keadaan umum penderita (beri cairan dan
perawatan umum)
yu follow @ranhae https://twitter.com/ranhae
Tidak ada komentar:
Posting Komentar