Anemia Defisiensi Zat Besi
Anemia Defisiensi Zat Besi adalah kehilangan darah
dalam jumlah besar disertai hilangnya
zat besi hemoglobin serta habisnya simpanan zat besi pada kehamilan.
2)
Patofisiologi
Kebutuhan zat besi pada kehamilan secara
signifikan meningkat akibat peningkatan kebutuhan maternal dan janin. Diperkirakan bahwa kebutuhan zat besi
maternal selama kehamilan cukup bulan kira-kira 1000 gr yaitu 300 mg untuk perkembangan janin dan plasenta, 500 gr untuk ekspansi massa Hb maternal dan 200 mg hilang
melalui kulit, usus dan urin.
Pada gestasi tipikal dengan satu janin, kebutuhan
total ibu akan zat besi yang dipicu oleh kehamilan yang rata-rata mendekati 1000 mg yang jauh
melebihi simpanan zat besi sebagian besar wanita. Kecuali jika perbedaan antara
jumlah simpanan zat besi yang tersedia ke ibu dan kebutuhan zat besi pada
kehamilan normal dikompensasi oleh penyerapan zat besi dari saluran cerna, maka
akan terjadi anemia defisiensi zat besi.
Defisiensi zat besi dapat terjadi dengan cepat
atau lambat, simpanan zat besi tergantung pada asupan zat besi dan absorpsi zat besi bersamaan dengan makanan
yang mengandung zat besi.
Absorbsi Zat besi
(Fe) diperlukan untuk pembuatan heme dan hemoglobin (Hb) sehingga apabila Kekurangan Fe, dapat mengakibatkan kekurangan
Hb, walaupun pembuatan eritrosit juga menurun, tiap eritrosit mengandung Hb lebih
sedikit dari biasanya, sehingga timbul anemia defisiensi zat besi.
3)
Tanda dan Gejala
a.
Memiliki rambut
yang rapuh dan halus serta kuku yang tipis, rata,dan mudah patah.
b.
Lidah tampak
pucat, licin dan mengkilat, barwarna merah daging, stomatitis, angularis,
pecah-pecah disertai kemerahan dan nyeri sudut mulut.
c.
Kadar feritin
serumnya kurang dari 50 µg/l.
4)
Diagnosis
Diagnosis anemia defisiensi besi yang
berat tidak sulit karena ditandai ciri – ciri yang khas pada defisiensi besi,
yaitu mikrositosis dan hipokromasia. Anemia yang ringan tidak selalu
menunjukkan ciri – ciri khas itu, bahkan banyak yang normositer dan normokrom.
Hal itu disebabkan karena defisiensi besi dapat berdampingan dengan defisiensi
asam folik. Yang terakhir menyebabkan anemia megaloblastik yang sifatnya
makrositer dan hiperkrom. Anemia ganda demikian lazim disebut anemia diformis,
yang dapat dibuktikan dengan kurva Price Jones
Sifat lain yang khas bagi defisiensi
besi ialah:
a)
Kadar besi serum rendah
b)
Daya ikat besi tinggi
c)
Protoporfirin eritrosit tinggi
d)
Tidak ditemukan hemosiderin (stainable
iron) dalam sumsum tulang.
Pengobatan percobaan (therapia ex juvantibus) dengan
besi dapat pula dipakai untuk membuktikan defisiensi besi : Jika dengan
pengobatan jumlah retikulosit, kadar HB dan anemia itu pasti disebabkan
kekurangan besi.
Pemeriksaan sumsum tulang menunjukkan
eritropoesis yang normoblastik tanpa tanda – tanda hipoplasia eritropoesis.
5)
Penatalaksanaan
a.
Semua wanita harus diperiksa
untuk adanya anemia pada pemeriksan antenatal awal. Bila Hbnya < 11 g/dl,
suplementasi dengan vitamin multiple diperkaya zat besi dan asam folat
dianjurkan. Tujuan pengobatan adalah perbaikan defisit masa hemoglobin dan
akhirnya pemulihan simpanan zat besi. Kedua tujuan ini dapat dicapai dengan
pemberian senyawa zat besi sederhana per oral, fero sulfat, fumarat, atau
glukonat yang memberikan dosis harian sekitar 300 mg yang dikonsumsi 3 kali sehari, konsumsi makanan padat gizi http://www.kksgf.com/kksgf_keunggulan.html.
b.
Konseling mengenai makanan kaya
zat besi dalam diet seperti sayuran berdaun hijau, kubis hijau, kuning telur,
kismis, buah prem yang dikeringkan, tiram, kombinasi chlorella sorokiniana dan spirulina platensis (klik http://www.kksgf.com/kksgf_pengetahuan.html#Kandungan_sgf), dll.
c.
Transfusi sel darah merah atau darah lengkap jarang
diindikasikan sebagai terapi anemia defisiensi zat besi kecuali jika disertai
hipovolemia akibat kehilangan darah atau harus dilakukan pembedahan darurat
pada wanita dengan anemia berat (hematokrit <20 %volume).
6)
Prognosis
Prognosis anemia
defisiensi besi dalam kehamilan umumnya baik bagi ibu dan anak. Persalinan
dapat berlangsung seperti biasa tanpa perdarahan banyak atau komplikasi lain.
Anemia berat yang tidak terobati dalam kehamilan muda dapat menyebabkan
abortus, dan dalam kehamilan tua dapat menyebabkan partus lama, perdarahan
postpartum, dan infeksi .
Walaupun bayi yang
dilahirkan dari ibu yang menderita anemia defisiensi besi tidak menunjukkan Hb
yang rendah, namun cadangan besinya kurang, yang baru beberapa bulan kemudian
tampak sebagai anemia inpantum.
pahami juga perbaikan tubuh anda, klik http://www.kksgf.com/kksgf_dosis.html#Reaksi_perbaikan/_penyesuaian_setelah_pemakaian_supergreen_food
pahami juga perbaikan tubuh anda, klik http://www.kksgf.com/kksgf_dosis.html#Reaksi_perbaikan/_penyesuaian_setelah_pemakaian_supergreen_food
konsultasi lebih lanjut:
follow @ranhae https://twitter.com/ranhae
Tidak ada komentar:
Posting Komentar