Cari Blog Ini

Senin, 20 Januari 2014

MAKAN BESI HINDARI ANEMIA SAAT HAMIL



Anemia Defisiensi Zat Besi

1)     Definisi
Anemia Defisiensi Zat Besi adalah kehilangan darah  dalam jumlah besar disertai hilangnya zat besi hemoglobin serta habisnya simpanan zat besi pada kehamilan.

2)    Patofisiologi
Kebutuhan zat besi pada kehamilan secara signifikan meningkat akibat peningkatan kebutuhan maternal dan  janin. Diperkirakan bahwa kebutuhan zat besi maternal selama kehamilan cukup bulan kira-kira 1000 gr  yaitu 300 mg untuk perkembangan janin  dan plasenta, 500 gr untuk  ekspansi massa Hb maternal dan 200 mg hilang melalui kulit, usus dan urin.
Pada gestasi tipikal dengan satu janin, kebutuhan total ibu akan zat besi yang dipicu oleh kehamilan yang  rata-rata mendekati 1000 mg yang jauh melebihi simpanan zat besi sebagian besar wanita. Kecuali jika perbedaan antara jumlah simpanan zat besi yang tersedia ke ibu dan kebutuhan zat besi pada kehamilan normal dikompensasi oleh penyerapan zat besi dari saluran cerna, maka akan terjadi anemia defisiensi zat besi.
Defisiensi zat besi dapat terjadi dengan cepat atau lambat, simpanan zat besi tergantung pada asupan zat besi dan  absorpsi zat besi bersamaan dengan makanan yang mengandung zat besi.  
Absorbsi Zat besi (Fe) diperlukan untuk pembuatan heme dan hemoglobin (Hb) sehingga apabila  Kekurangan Fe, dapat mengakibatkan kekurangan Hb, walaupun pembuatan eritrosit juga menurun, tiap eritrosit mengandung Hb lebih sedikit dari biasanya, sehingga timbul  anemia defisiensi zat besi.


3)    Tanda dan Gejala
a.    Memiliki rambut yang rapuh dan halus serta kuku yang tipis, rata,dan mudah   patah.
b.    Lidah tampak pucat, licin dan mengkilat, barwarna merah daging, stomatitis, angularis, pecah-pecah disertai kemerahan dan nyeri sudut mulut.
c.    Kadar feritin serumnya kurang dari 50 µg/l.

4)    Diagnosis
Diagnosis anemia defisiensi besi yang berat tidak sulit karena ditandai ciri – ciri yang khas pada defisiensi besi, yaitu mikrositosis dan hipokromasia. Anemia yang ringan tidak selalu menunjukkan ciri – ciri khas itu, bahkan banyak yang normositer dan normokrom. Hal itu disebabkan karena defisiensi besi dapat berdampingan dengan defisiensi asam folik. Yang terakhir menyebabkan anemia megaloblastik yang sifatnya makrositer dan hiperkrom. Anemia ganda demikian lazim disebut anemia diformis, yang dapat dibuktikan dengan kurva Price Jones
Sifat lain yang khas bagi defisiensi besi ialah:
a)    Kadar besi serum rendah
b)    Daya ikat besi tinggi
c)    Protoporfirin eritrosit tinggi
d)    Tidak ditemukan hemosiderin (stainable iron) dalam  sumsum tulang.
Pengobatan  percobaan (therapia ex juvantibus) dengan besi dapat pula dipakai untuk membuktikan defisiensi besi : Jika dengan pengobatan jumlah retikulosit, kadar HB dan anemia itu pasti disebabkan kekurangan besi.
Pemeriksaan sumsum tulang menunjukkan eritropoesis yang normoblastik tanpa tanda – tanda hipoplasia eritropoesis.

5)    Penatalaksanaan
a.    Semua wanita harus diperiksa untuk adanya anemia pada pemeriksan antenatal awal. Bila Hbnya < 11 g/dl, suplementasi dengan vitamin multiple diperkaya zat besi dan asam folat dianjurkan. Tujuan pengobatan adalah perbaikan defisit masa hemoglobin dan akhirnya pemulihan simpanan zat besi. Kedua tujuan ini dapat dicapai dengan pemberian senyawa zat besi sederhana per oral, fero sulfat, fumarat, atau glukonat yang memberikan dosis harian sekitar 300 mg  yang dikonsumsi 3 kali sehari, konsumsi makanan padat gizi http://www.kksgf.com/kksgf_keunggulan.html.
b.    Konseling mengenai makanan kaya zat besi dalam diet seperti sayuran berdaun hijau, kubis hijau, kuning telur, kismis, buah prem yang dikeringkan, tiram, kombinasi chlorella sorokiniana dan spirulina platensis (klik http://www.kksgf.com/kksgf_pengetahuan.html#Kandungan_sgf), dll.
c.    Transfusi  sel darah merah atau darah lengkap jarang diindikasikan sebagai terapi anemia defisiensi zat besi kecuali jika disertai hipovolemia akibat kehilangan darah atau harus dilakukan pembedahan darurat pada wanita dengan anemia berat (hematokrit <20 %volume).

6)    Prognosis
Prognosis anemia defisiensi besi dalam kehamilan umumnya baik bagi ibu dan anak. Persalinan dapat berlangsung seperti biasa tanpa perdarahan banyak atau komplikasi lain. Anemia berat yang tidak terobati dalam kehamilan muda dapat menyebabkan abortus, dan dalam kehamilan tua dapat menyebabkan partus lama, perdarahan postpartum, dan infeksi .
Walaupun bayi yang dilahirkan dari ibu yang menderita anemia defisiensi besi tidak menunjukkan Hb yang rendah, namun cadangan besinya kurang, yang baru beberapa bulan kemudian tampak sebagai anemia inpantum.
pahami juga perbaikan tubuh anda, klik http://www.kksgf.com/kksgf_dosis.html#Reaksi_perbaikan/_penyesuaian_setelah_pemakaian_supergreen_food

 konsultasi lebih lanjut:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar